Showing posts with label Pemuda. Show all posts
Showing posts with label Pemuda. Show all posts

Friday, April 22, 2016

Kepala Sekolah Termuda Di Sumatera Barat


Dulu generasi muda yang mendesak Soekarno-Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dan di usia muda juga Muhammad Al Fatih menaklukkan kota Konstantinopel.

Saturday, January 23, 2016

Robi Arlan Mengejar Harapan Di Tanah Papua

Tanah Papua tanah yang kaya, surga kecil jatuh ke bumi, Seluas tanah sebanyak madu adalah harta harapan dalam lirik lagu Edo Kondologit. Tanah harapan sekiranya itu sudah biasa melekat pada diri Robi Arlan. Pria yang mengantungkan harapaannya di tanah Papua. Berangkat pada awal bulan Januari 2016 Robi yang kerap di panggil Atun ini telah menginjakan kakinya di tanah harapan itu. Sekiranya ini sebuah langkah awal dan dan menginsprasi untuk generasi muda Sungai Patai bahwa jangan lelah mengejar cita-cita dan harapan.

Wednesday, December 2, 2015

Sungai Patai Perlu Pustaka

Sungai patai perlu pustaka itulah sekelumit pendapat dari admin bagaimana agar nagari sungai patai maju berbasis ilmu pengetahuan. keberadaan pustaka di sungai patai sudah menjadi sebuah keharusan agar masyarakat sungai patai mampu meningkatkan sumber daya manusianya.
A.    Latar Belakang
Pada zaman global sekarang, pendidikan merupakan sesuatu yang penting. Karena pendidikan merupakan akar dari peradaban sebuah bangsa. Pendidikan sekarang telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang agar bisa menjawab tantangan kehidupan.Untuk memperoleh pendidikan, banyak cara yang dapat kita capai. Diantaranya melalui perpustakaan. Karena di perpustakaan berbagai sumber informasi bisa kita peroleh, selain itu banyak juga manfaat lain yang dapat kita peroleh melalui perpustakaan. Ketika kita mendengar kata perpustakaan, dalam benak kita langsung terbayang sederetan buku-buku yang tersusun rapi di dalam rak sebuah ruangan. Pendapat ini kelihatannya benar, tetapi kalau kita mau memperhatikan lebih lanjut, hal itu belumlah lengkap. Karena setumpuk buku yang diatur di rak sebuah toko buku tidak dapat disebut sebagai sebuah perpustakaan. Memang pengertian perpustakaan terkadang rancu dengan dengan istilah – istilah pustaka, pustakawan, kepustakawanan, dan ilmu perpustakaan. Secara harfiah, perpustakaan sendiri masih dipahami sebagai sebuah bangunan fisik tempat menyimpan buku – buku atau bahan pustaka.
Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan. Banyak kalangan terfokus untuk memandang perpustakaan sebagai sistem, tidak lagi menggunakan pendekatan fisik. Sebagai sebuah sistem perpustakaan terdiri dari beberapa unit kerja atau bagian yang terintergrasikan melalui sistem yang dipakai untuk pengolahan, penyusunan dan pelayanan koleksi yang mendukung berjalannya fungsi – fungsi perpustakaan.
Sebagai saraana pendidikan keberadaan pustaka di setiap nagari dirasakan sudah penting, mengingat beragamnya infromasi yang tersebar di dunia maya yang harus difilter. Pengadaan pustaka menjadi salah satu caranya agar masyarakat terutama generasi muda tidak saja mereima infrmasi yang keabsahannya belum teruji sebagaimana buku. Pustaka dapat menjamin Informasi elektronik tentang informasi manajemen hak pencipta tidak boleh ditiadakan atau diubah” berdasarkan pasal tersebut, maka perpustakaan dalam mendigitalkan koleksi tetapi tetap mencantumkan identitas penulis aslinya,
selain itu, pergaulan bebas generasi muda dapat ditekan dengan gerakan kembali menbaca buku-buku sehingga mereka kaya akan informasi. Pendidikan infromasi ini menjadi penting untuk menekan pola prilaku generasi muda seperti pergaulan bebas, narkoba, miras dan prilaku buruk lainnya.
Pengadaan pustaka ini nantinya dapat berkontibusi meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama generasi muda yang menjadi penerus bangsa. Perpustakaan sebagai media edukasi (pendidikan), perpustakaan menyediakan pembelajaran seumur hidup. Perpustakaan sebagai media informatif, informasi yang dibutuhkan pengguna dapat dicari diperpustakaan. Perpustakaan sebagai media penelitian, sumber-sumber informasi yang ada di perpustakaan dapat menjadikan bahan rujukan untuk melakukan penelitian seperti pembuatan makalah,skripsi, dan penelitian yang lain. Perpustakaan sebagai media cultural, perpustakaan menyimpan khasanah budaya bangsa serta meningkatkan nilai dan apresiasi budaya dari masyarakat sekitar. Perpustakaan sebagai media rekreasi, sebagai tempat yang dapat memberikan hiburan pada para pengguna, di era digital ini perpustakaan dapat dijadikan tempat hiburan bagi para pengguna di akhir pekan.
B.     Tujuan
1.      Terciptanya nagari yang berbasis pengetahuan dalam memyongsong Indonesia Dream tahun 2025
2.      Menyiapkan masyarakat yang kaya informasi
3.      Terciptanya generasi muda yang aktif dan kaya informasi
C.    Program
1.      Pengadaan buku-buku berbasis pengetahuan umum, jurnal, majalah dan koran
2.      Pemutaran film-film berbasi edukasi
3.      Diskusi umum dan bedah buku
4.      Pergelaran seni dan kebudayaan (Silat Sungai Patai)
D.    Langkah Kerja
1.      Pengadaan lokasi dan menerima sumbangan buku dari masyarakat
2.      Melakukan diskusi ilmiah sebagai untuk menarik minat masyarakat
3.      Melakukan pemutaran film
E.     Kesimpulan

Besar harapan kami untuk mewujudkan pustaka nagari Sungai patai dan dukungan masyarakat. Sipa terima kritikan dan saran

Tuesday, March 24, 2015

Goa Aia Buluih : Jejak PRRI Sungai Patai

Udara malam di nagari Sungai patai terasa dingin, dingin menusuk sampai ke tulang karena teletak di perbukitaan dan sudah mendekati kaki gunung sago. Selain itu nagari ini juga berada di perbatasan antara kab. Tanah Datar dengan Kab. Lima Puluh Kota. Semakin malam cerita beberapa pemuda di Sungai Patai ngelantur kemana-mana, sampai beberapa orang tua bercerita tentang perang. Peri-peri, itulah kalimat penyambung cerita salah seorang tua yang duduk diantara pemuda. Orang tua berkisah tentang pergolakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sungai patai.
berbekal cerita tersebut kami mencoba untuk menelusuri bagaimana cerita PRRI nagari ini. Pada awalnya kegiatan hiking pemuda ini hanya untuk sekedar hobi untuk menikmati alam dan pemandangan di sungai patai. Berbekal cerita lapau, disusun perencanaan untuk menelusuri goa PRRI dalam sebutan masyarakat dan aia buliuh. Dua lokasi ini agak berdekatan dan dapat ditempoh dengan hari yang sama.
Sebenarnnya ide untuk menelusuri Jejak PRRI, Wisata Alam aia Buliuh merupakan kegiatan untuk meningkatkan hobi masyarakat terutama kaum muda Sungai Patai untuk mengetahui lebih dalam tentang nagari mereka. Kegiatan bermaksud untuk memperkenalkan Pemuda tentang tempat – tempat yang focus dalam mendokumentasikan, merawat dan melestarikan peninggalan sejarah baik dalam bentuk buku, foto, arsip dan media lainya.
Pada saat persiapan, diskusi keberangkatan pada malam hari sehari sebelum keberangkatan. Kapalo arak “ketua rombongan” mengumpulkan orang yang akan pergi untuk berangkat ke lokasi yang dituju. Mulai dari menanyakan keadaaan medan yang dilalui walaupun belum secara pasti. Yang ikut pergi adalah
1.         Wilson ( da win )
2.         Ronal Fenandes
3.         Eko trisno
4.         Rengga jendera
5.         Dipo candra
6.         Izon
7.         Melki
8.         Megi Ariska
9.         Rahman
10.       Riga prima
11.       Afdol syukron
12.       Alfi
13.       iing
14.       Nanda”bule”

Prediksi cuaca yang kurang mendukung pada pagi menjelang keberangkantan sehingga mengulur waktu keberangkatan, Jadwal keberangkatan semula direncanakan pada pukul 8, akan tetapi karena kondisi pada pagi hari diguyur hujan  maka di undur. Selama pengundungan jadwal keberangkatan in dikumpulkanlah orang yang akan pergi berangkat sehingga terkumpul 12 orang yang siap untuk berangkat. berangkat dengan jumlah anggota 14 orang. Perjalanan ke rimba tentunya tidak lepas dari semak belukar, namun semuanya terbayar sudah ketika menemukan aia buluih (air yang masuk kedalam goa yang tidak ada ujung).
A.        Aia buluih
Keunikan dari goa aia buluih ini adalah air yang mengalir kedalam goa yang sebesar sungai akan tetapi tidak dapat ditelusuri ujungnya. Menurut cerita para pencari sarang burung wallet, air ini mengalir sampai ke daerah koto Rajo kab. Ladang Laweh Lima Puluh Kota.  Menurut orang Koto rajo yang didalam Goa ini ada semacam kolom besar di dalam goa jika masuk dari Koto Rajo.
Ornament goa menyerupai perjalan di pinggir tebing sungai. Goa ini tentunya cocok untuk pera pecinta caving.  Lebih kedalam menikmati ornament goa seperti berjalan menelusuri sungai dengan langit-langitnya seperti jembatan di Eropa.


B.        Goa PRRI


PRRI meninggalkan kesan yang mendalam hampir setiap orang yang hidup pada dekade 1960-an. Bersembunyi bagi setiap pelaku PRRI menjaga Syarat mutlak dari kejaran tentara pusat dan OPR. Di Sungai patai ada sebuah goa yang terkenal dengan Goa PRRI. Di dalam Goa ini ada sebuah ornemen goa seperti meja pimpong, sawah-sawah semacam replica hamparan sawah hasil pembentukan goa.  Kemudiaan msih dapat ditemui berapa peninggalan lain seperti tunggu tempat memasak yang sering dipakai oleh pencari sarang wallet tempat memasak dan susunan batu yang datar dan berbentuk berundak – undak atau  pondasi (Pamotuan dalam bahasa Sungai Patai). (RVS) 
Singgalang Minggu 22 Maret 2015