Nagari Sungai Patai, Sudah lama tidak menyelenggarakan alek Nagari Bagatak panghulu atau malewakan gala. Sudah hampir 20 tahun lebih bagatak panghulu tidak dilaksanakan di Sungai Patai. Saat ini sudah saatnya nagari Sungai Patai meregenerasi pimpinan adat. Terakhir acara batagak penghulu dilangsungkan pada dekade 1990-an.
Showing posts with label Tradisi. Show all posts
Showing posts with label Tradisi. Show all posts
Wednesday, March 22, 2017
Tuesday, March 15, 2016
Mengikonkan Pohon Asam Jawa
Jika
ditanyakan kepada masyarakat Sungai Patai siapa yang tidak kenal dengan asam
jawa. Pohon yang menjulang tinggi di ujung utara nagari Sungai Patai sudah
menjadi ikon. Terlalu banyak rasanya kenangan bersama dengan tumbuhnya Pohon
asam jawa ini. Mungkin juga ini disebabkan letaknya yang strategis ditengah
perkampungan.
Sunday, October 18, 2015
Gua Sungai Patai
Sungai Patai Info, Tulisan ini admin ambil dari catatan perjalanan
Mapala Pagaruyung tahun 2013 tentang pemetaan Guo sungai Patai. Kawasan Goa Tebing terletak di Nagari Sungai Patai Kecamatan Sungayang Kabupaten
Tanah Datar. Kawasan Goa Tebing dengan luas sekitar 20 ha merupakan daerah
perbukitan dan persawahan. Dalam kegiatan Ekspedisi Mapala PAGARUYUNG STAIN
Batusangkar 2013, bahwa di Kawasan Goa Tabing terdapat beberapa goa vertical
yang kedalamannya lebih dari 13 meter. Pintu utama Goa terdapat di tengah
tebing ,dengan ketinggian lebih dari 3 meter dari permukaan tanah. goa yang
sudah di petakan (Mapping) oleh Mapala PAGARUYUNG STAIN Batusangkar baru 1
lubang vertical dengan kedalaman 14 meter dan panjang Horizontal mencapai 20
meter lebih dengan ujung goa buntu.Walaupun laporan itu masih simpang siur
dengan informasi dari masyarakat karena menurut masyarakat setempat ,ujung Goa
tesebut tembus dengan pintu keluar vertical .
Untuk menuju Goa Tebing dari
Batusangkar membutuhkan waktu 1/2 jam dengan menggunakan motor ke arah
Sungayang, belok ke kiri di simpang Bank BRI
Sungayang dan melanjutkan ke arah simpang Tali Agung.Dari simpang Tali
Agung belok kanan ke Arah Sungai Patai. Trek yang di lalui cukup lancar dengan
hamparan sawah yang membentang di pinggir jalan. Memasuki kawasan Goa Tebing
dengan di tandai bebatuan dan mulai terciumnya bau kotoran kelelawar (Tadarida pucata) yang menjadi khas
kompleks Goa Tebing, biasanya para caver langsung menuju lokasi camping ground
yang berada di sebelah kiri pintu Goa dengan pintu utama Goa Tebing yang
panjangnya lebih dari 20 meter. Di
lokasi camping ground cukup luas dan juga terdapat sumber air yang
cukup Selain itu juga terdapat pondok
para penjaga sawah.
Kawasan karst Goa Tebing memang masih sangat alami karena sangat jarang
di kunjungi, daerah yang memang kurang dilalui wisatawan karena daerahnya yang
berbukit-bukit , hanya Caver dan penduduk desa setempat yang sering ke goa ini.Nama
Goa Tebing ini sendiri kami ambil dari letak pintu Goa yang berada di tengah
tebing. Sebelumnya Goa ini bernama Guo
TALEMPONG BATU DI GUA PUPUIK TANGKOLIANG SUNGAI PATAI
DITEMUKAN NADA YANG MENYERUPAI ALAT MUSIK KHAS MINANGKABAU (TALEMPONG) DI GUA YANG BERNAMA GUA PUPUIK TANGKOLIANG,YANG BERTEMPAT DI SUNGAI PATAI,KEC:SUNGAYANG,KAB:TANAH DATAR,PROV:SUMATRA BARAT,,AYO SEGERA KUNJUNGI TEMPAT INI
Posted by Yelfi Cendra on 30 April 2012
Ornament yang terdapat di dalam goa masih cukup alami dan masih bisa
tumbuh walaupun butuh ribuan tahun. Sepanjang lorong goa, stalaktit, stalakmit, gourdam, helaktiti dan pilar masih bias dinikmati dan sangat memanjakan mata.
Beberapa jenis flora dan fauna
yang mendominasi goa Tebing seperti
Kelapa (Cocous nucifera), Pisang (Musa paradisiacal), Mangga (Mangifera indica),
Kelelawar (Tadarida pucata), Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Monyet
merah atau biasa yang disebut warga dengan nama simpai dll.
Selain itu, keberadaan guo ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dengan
memanfaatkan kotoran kelalawar sebagai pupuk tanaman terutama tanaman cabai
karena sebagain besar mata pencarian masyarakat adalah petani.
Pengunjung goa ini terdapat periode tertentu sehingga jika pada musimnya, kebanyakan adalah pemuda/pemudi hanya untuk mengisi waktu libur. Potensi bahaya yang cukup mengancam pengunjung adalah lebah, karena disepanjang tebing goa ini bersarang. Lebah yang bersarang dapat mencapai lebih dari 5 koloni.
Pengunjung goa ini terdapat periode tertentu sehingga jika pada musimnya, kebanyakan adalah pemuda/pemudi hanya untuk mengisi waktu libur. Potensi bahaya yang cukup mengancam pengunjung adalah lebah, karena disepanjang tebing goa ini bersarang. Lebah yang bersarang dapat mencapai lebih dari 5 koloni.
Tuesday, September 1, 2015
Tradisi Mengantar Jemaah Haji
Sungai Patai- Tidak
lama lagi umat Islam akan melaksanakan hari Raya Idul Adha, hari raya Kurban
bagi yang belum sanggup melaksanakan ibadah haji, dan disebut juga dengan hari raya Haji. Ibadah
Haji merupakan rukun Islam yang kelima. Pelaksanaannya untuk orang yang beragama
islam yang mampu. Walaupun demikian setiap orang bercita-cita untuk bisa
menginjakkan kakinya di tanah yang diberkati Allah SWT.
Pelaksanaan ibadah
haji adalah puncak dari perjalanan spiritual seorang muslim sehingga
persiapannya tidak hanya materil, Fisik namun juga harus ada keikhlasan dari
orang yang sekitar sehingga menjadi haji yang mabrur.
![]() |
| Calon Jemaah Haji dri Nagari Sungai Patai yg di Antarkan Yaitu ANAS JAMHUR bersama istrinya EVAYELDA Doc. Delpri Hendri (Feri Payobada) |
Di Nagari Sungai Patai,
sebelmum melaksanakan haji, calon jamaah haji diantar oleh masyarakat .
Mengatarkan calon jamaah haji dari Sungai Patai memiliki makna yang paling
dalam. Mengantarkannya tidak hanya sekedar beriringan sampai dibatas nagari tetapi mengantarkan penuh keikhlasan, saling bermaafkan dan lain sebagainya.
Sebelumnya ada
beberapa tahapan yang tidak baku namun selalu dilaksnakan oleh calon jamaah
haji asal Sungai Patai. Pertama, Pada saat hari tertentu seperti hari Jum’at
atau hari Raya idul fitri di tahun yang sama akan diumumkan bahwa ada
masyarakat Sungai Patai yang naik haji. Baik melalui pengeras suara atau
melalui protocol calon jamaah haji meminta maaf kepada masyarakat Sungai Patai.
Kedua, Pada saat hari
keberangkat sebeum ke Embarkasi, Calon jamah haji mulai dari selesai Shalat Shubuh Calon
jemaah Haji ini akan turun dari Mesjid setelah Shalat sunnah, lansung di sambut
oleh masyarakat untuk bersalaman sambil bermaafan dan Ketiga, Calon Jamah haji
diantarkan bersama-sama dan beriringan ke Batas Nagari dan sampai di batas
Nagari di awali dengan Melafazkan Azan oleh Bilal, Do'a bersama dan Dilepas
oleh Wali Nagari Sungai Patai.
Tradisi ini bukan hanya sekedar melepas jamaah haji tapi mengandung makna
yang dalam. Sehingga tradisi ini selalu lasanakan masyarakat di Sungai Patai. Bagi masyarakat Sungai Patai, ibadah haji bukan malu dengan orang lain karena dianggap sudah mampu atau mengejar gelar ”pak haji”. Atau menjadi bukti status sosial di masyarakat. Tidak karena itu, munanaikan haji hanya dilandasi oleh ketulusan dan keridhoan Allah swt semata sebagai wujud penghambaan kepada-Nya pada akhirnya Ma’antaan sampai bateh ini semata-mata menunjukan keikhlasan ibadah haji baik Calon Jamaaah Haji maupun masyarakat Sungai Patai.(spt/Feri/Man)
Wednesday, June 24, 2015
Sungai Patai Di kunjungi Safari Ramadhan Kecamatan Sungayang
Secara harfiah kata Safari dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti perjalanan atau petualangan jarak jauh
dalam kegiatan ekspedisi, baik penelitian, penyelidikan dan wisata. Dari
pemaknaan tersebut, maka safari yang harus dilakukan adalah menjangkau
tempat-tempat yang terjauh sekalipun. Karenanya, safari Ramadhan dapat
diartikan perjalanan jauh selama bulan Ramadhan.
Monday, June 22, 2015
Unik Masa Kecil
Setiap generasi tentu ada hal unik dan lucu
jika dikenal sudah menginjak dewasa. Zaman kanak-kan merupakan cerminan kepolosan yang mungkin saat ini masih dapat di kenangan sebagai nostalgia baik
untuk diri sendiri maupun dengan teman sejawat. Disini sedikit berbagi tentang
keunikan masa kecil yang dianggap lucu setelah dewasa.
Sunday, June 21, 2015
Manyerakkan Piti Dalam Upacara Kematian Penghulu Di Sungai Patai
Jika
pengangkatan penghulu di Minangkabau membutukan upacara, begitu juga halnya
dengan kematiannya. Namun upacara kematian seorang penghulu sekarang ini tidak
banyak lagi dilaksanakan. Pelaksanaan upacara kematian penghulu pada dasarnya
sama halnya dengan menghormati jasa penghulu semasa hidupnya.
Friday, June 19, 2015
Haparan Balai Ambek
Tidak terasa hampir beberapa
tahun ini tidak menikmati puasa secara penuh di kampung halaman, terakhir puasa
yang sebulan penuh di tahun 2011. Tahun ini menjadi tahun dimasa bulan puasa
begitu nikmat. Selain itu, penulis ikut juga menjadi pedagang tahun nan yang hanya muncul selama bulan Ramadhan berjualan jagung bakar
setelah selesai sholat tarawih.
Wednesday, June 17, 2015
Hari Makan-Makan : Tradisi menyambut Ramadhan Di Sungai Patai
Jika di nagari lain di Minangkabau umumnya satu hari
sebelum puasa dinamakan dengan hari Balimau. Namun Lain halnya di Sungai Patai,
Balimau tidak menjadi tradisi untuk menyambut Ramadhan. Sehari menjelang Ramadhan
di Sungai Patai hari ini dinamakan dengan "Hari Makan-Makan" entah
bagaimana ceritanya itulah yang penulis tau, dan begitulah orang Sungai Patai
menyebutnya. Diprediksi hari sehari ini hari yang diperlolehkan makan di siang
hari dan kebanyakan dari hari ini masyarakat Sungai Patai mengadakan badua (kenduri).
Sunday, June 14, 2015
Penghujung Sya`ban di Sungai Patai
Setelah
lebih dari satu dasawarsa penulis tidak lagi menikmati bagaimana suasana
meriahnya di Sungai Patai pada penghujung bulan Sya`ban atau saat-saat
menyambut kedatangan Bulan Ramadhan. Masih terbayang dalam ingatan
penulis bagaimana riang dan gembiranya warga kampung Sungai Patai dalam
menyambut Bulan Ramadhan, anak-anak bermain dengan riang,
Thursday, May 21, 2015
Tolak Bala Ala Sungai Patai
Apa yang ada
pikirkan ketika tinggal orang tua, tentu sedih, bahkan bias menangis mengenal
orang tua yang meninggal. Kasih sayang yang selama ini didapat dari orang
tua hanya tinggal kenangan saja. Banyak kasus yang tersiar di media anak-anak
yatim atau piatu yang terlantarkan karena tidak ada yang mengurusnya.
Menyapih Anak bagian Acara Turun mandi
Menyapih anak dalam berbagai pembahasan berarti menyusui bayi sampai
umur 2 tahun. Proses menyapih anak ini membantu perkembangan anak. Namun, di
nagari Sungai Patai, menyapih anak menjadi bagian dari prosesi adat mandi pincuan atau turun
mandi. Pada bagian terdahulu Nagari sungai patai acara ini adalah bagian kedua dari acara tersebut.
Saturday, May 16, 2015
Mandi Pincuan : Turun Mandi Ala Sungai Patai
Anak adalah titipan
Adalah titipan dari Alllah SWT. Rasa syukur setelah mendapatkan anak dalam
masyarakat minangkabau dilakssnakan dalam bentuk upacara adat. Yang dikenal
dengan Turun Mandi. Lazim setiap upacara adat yang berlaku di Minangkabau di
Sungai Patai, Prosesi turun mandi disebut dengan Mandi Pincuan. Prosesi Adat Istiadat "Anak Mandi
Pincuan" (Pincuan artinya Pincuran) merupakan sebuah acara kenduri sederhana
dalam mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT karena telah dikaruniai
seorang anak yang baru lahir.
Thursday, May 7, 2015
Lambang Silek Sungai Patai
Kemunculan silat Silat Sungai Patai
Pada
dasarnya seni tradisional adalah modal awal sebagai filterisasi kebudayaan
luar. Banyaknya masuk pengaruh luar mengakibatkan kesenian local terabaikan,
sebagai mana dengan silat. Silat merupakan bagian dari kebuadayaan local yang
menjadi seni bela diri yang ada di Nuasantara. Setidaknya perkembangan silat
belum se-populer karate, judo.
Thursday, April 30, 2015
Mamak Rumah Menjadi Janang
Upacara adat di Minangkabau hanya
dilaksanakan pada saat tertentu. Semua acara yang terlihat diatas memerlukan
Ninik mamak /penghulu untuk melaksanakannya. Semua acara adat tersebut
menggunakan Bajamba dalam prosesnya Makan bajamba berasal dari akar budaya
Minangkabau yang secara turun temurun masih dilaksanakan hingga saat ini.
Merupakan sebuah ritual budaya makan bersama yang diadakan dalam lingkup
keluarga dekat, dalam hal ini adanya pertalian darah. Namun demikian, tidak
jarang dilakukan dalam lingkup yang lebih luas, seperti persaudaraaan satu suku
kendagti tidak ada hubungan darah. Kekeluargaan dan gotong royong sudah terasa
pada tahap pertama dalam proses mempersiapkan makanan, karena memmasak
dilakukan bersama- sama.
Thursday, April 23, 2015
Ehemmm : Batuk Kode Menaiki Rumah Gadang
Batuk merupakan satu penyakit yang
disebabkan oleh perubahan cuaca atau debu. Namun batuk di Minangkabau mempunyai
fungsi sebagai kode. Batuk kode ini bukan batuk yang sebenarnya atau batuk
penyakit. Rumah Gadang dianggap rumah
suci. Oleh karena itu berlaku tata krama dalam berperilaku di Rumah Gadang.
Bila ingin ke Rumah Gadang, setiap orang harus membasuh kakinya terlebih
dahulu. Biasanya di bawah tangga disediakan sebuah batu ceper yang lebar yang
disebut Batu Talapakan.
Tuesday, April 21, 2015
Tuah mata Air Ngungun
Bernostalgia bagi generasi pernah marathon atau hari pagi setiap
minggu mempunyai cerita sendiri tentang mata air Ngungun ini. Sambil menghilangkan pegal-pegal dan melepas dahaga mata
air Ngungun ini menjadi primadona.
Tuesday, April 7, 2015
Pinjik : Lampu Togok Sungai Patai
Ketersediaan listrik di Indonesia belum merata. Walaupun listrik sudah
menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan masyarakat. Sebelum listrik masuk ke
daerah-daerah di Indonesia masyarakat mengunakan penerangan dengan lampu minyak.
Lampu minyak ini penyebutan setiap daerah tentu berbeda-beda, ada yang menyebut
lampu dinding, dama, lampu togok bahkan ada juga yang meyebut dengan pelito. Sungai
Patai yang mendapatkan listrik pada decade 70-an juga mengunakan lampu togok
sebagai alat penerangan, namun penyebutannya bukan lampu togok, dama adau lampu
dinding masyarakat menyebutnya dengan Pinjik.
Tuesday, March 17, 2015
Tukang Ratok : Pangabar Kematian
Istilah tukang sudah sangat lazin di tengah masyarakat. Tukang merupakan
salah satu profesi yang digeluti oleh seseorang. Jika pembuat bangungan disebut
tukang bangunan, Tukang bangunan,Tukang cukur,Tukang listrik,Tukang tambal dan orang yang suka mengejek
mengosib juga diberi gelar disebut tukang gosip atau tukang olok-olok. Bahkan
orang yang meratapi kematian seseorang pernah mendapat tempat ditengah
masyarakat sebagai profesi yaitu tukang ratok.
Balai Ambek : Pasar Pabukoan
Pasar adalah tempat pertemuan antara penjual dan pembeli. Kehadiran
pasar menjadi bagian yang wajib dalam tatanan masyarakat modern. Kehadiran
pasar memberikan keuntungan baik penjual dan pembeli. Dalam masyarakat
Minangkabau pasar merupakan syarat berdirinya suatu nagari. Dalam bahasa Minang
pasar disebut balai atau pakan. Pasa pabukoan, di minanagkabau hampir setiap
mengenal istilah ini. Pasa pabukoan menghadirkan berkah tersendiri di bulan
Ramadan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
|
|
