Wednesday, March 22, 2017

Sungai Patai Mengadakan Batagak Panghulu


Nagari Sungai Patai, Sudah lama tidak menyelenggarakan alek Nagari Bagatak panghulu atau malewakan gala. Sudah hampir 20 tahun lebih bagatak panghulu tidak dilaksanakan di Sungai Patai. Saat ini sudah saatnya nagari Sungai Patai meregenerasi pimpinan adat. Terakhir acara batagak penghulu dilangsungkan pada dekade 1990-an.

Thursday, February 23, 2017

Pesan Dari Bumi Cendrawasih

Selalu pelihara mimpimu karena mimpi itu akan membawamu terbang dan berilah  sayap mimpimu itu dengan doa dan usaha. Kuatkanlah otot-otot mimpimu dengan keyakinan.
Bermimpilah maka mimpi itu akan membawa kemana dirimu akan pergi. Kisah ini dari catatan pribadi anak Sungai patai yang menginjkkan kakinya di bumi Cendrawasih. Tanah yang elok dan surganya Indonesia. Dia pergi ke tanah Papua tahun lalu dengan membawa sejuta harapan . hingga Saat ini dia sudah mampu membantu orang tua, keluarga dan orang-orang sekitarnya.
Kisah ini dimulai 7 tahun lalu. Dia seorang pemudah tangguh ditengah kerasnya hidup. Seorang pemuda tamat SMA asal sungai patai yang berani bermimpi.  Waktu itu, saat teman-teman sebaya sudah kuliah, ia hanya jadi penggangguran dan berharap dari hasil tani. Di dalam hatinya ingin seperti teman-temannya, Ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.  Dia pengen kuliah tetapi kendala klasik selalu saja mengintai siapapun termasuk dirinya. Ya... terkendala biaya.
Dari atas bukit, Hujan menguyur nagari Sungai Patai. Hujan seakan-akan mencerahkan dirinya, mengalirkan air harapan ditubuhnya. Saat dia sedang mengambil ajir/ tonggak untuk memapah tanamannya. Dia temenung, dalam hati dia berkata “teman-temanku sedang asik belajar di bangku kuliahan. Sedangkan aku, hanya seorang petani, jika aku tidak kuliah,mungkin selamanya aku akan menjadi petani, (memang pendidikan tidak menjamin sukses seseorang tetapi pendidikan adalah cara terbaik menggapai kesuksesan)” kalimat ini selalu mengiang-ngiang dalam pikirannya.
Tekadnya sudah bulat. Dia harus kuliah karena pendidikan adalah salah satu cara untuk mencapai kesuksesan. Dia memutuskan untuk kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Batusangkar. Kampus yang dia tuju ini tidak jauh dari kampungnya. Dia berfikir, ditempat inilah dia memulai mimpinya. Alasannya sederhana, dia bisa kuliah tanpa meninggalkan aktivitas dan rutinitasnya sehari-hari bertani.  Karena baginya hasil bertani inilah menopang untuk melanjutkan kuliah.
Waktu terus berjalan, hingga sampailah ia pada semester 6. Pengetahuannya terus bertambah, cakrawalanya terus melebar.  Sehingga mempengaruhi plo pikirnya tentang pendidikan. Dia berfikir untuk melanjutkan ke strata 2 (S2). Ini bukan tentang keserakahan, ini tentang Ilmu, toh Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan untuk menuntut ilmu dari buaian sampai liang lahat. Hadist nabi Muhammad SAW ini juga memotvasinya untuk mengapai pendidikan lebih tinggi.
Saat kuliah pun kehidupannya tidak berjalan mulus-muls saja. Ada-ada saja kendala yang dia hadapi. Dia masih ingat ketika akan pergi berangkat kuliah, dia hanya membawa uang Rp.1000 ke kampusnya. Hanya cukup membeli bakwan atau makan kecil dikampus. Namun dia tetap saja pergi kuliah karena baginya uang sedikit tidak menghalanginya untuk bermimpi
Di kampungnya pilihan hidup untuk sukses tidaklah banyak. Cara terbaiknya adalah merantau. Karena di kampung pendapatan utama hanya dari hasil bertani. Tidak lebih dari itu. Dia ingin sukses bahkan dia ingin melanjutkan pendidikan ke Strata 2. Alasanya sederhana, dia ingin sukses yang berbeda dengan orang kebanyakan.  Akhirnya dia mengumpulkan uang hasil pertaniannya. Tujuannya cuma satu agar dapat masuk S2.
Namun , Ia sedikit lengah, karena kesibukan bertaninya hampir saja melupakan tujuan dan arah yang sudah dia bangun sejak remaja dulu. Orang-orang heran melihat dia tetap saja berkerja membuat bedengan ladang mentimun di sawah padahal sedang ujian semeter. Pada saat itu dia telat mengikuti ujian. Orang-orang sekitarnya tahu bahwa dia ingin melanjutkan pendidikan lebih tinggi. Sehingga orang-orang  pun bilang, “kamu masih ingin kuliah atau tidak, kalau kamu kuliah kenapa kamu tidak seperti yang lain, yang menghabiskan waktunya di kampus” Kalimat itu menyadarkan dirinya. Dalam hati pemuda itu bilang saya ini kuliah dan harus tamat. Kata-kata itu seperti sebuah cambukan baginya. Memang sedikit diluar perkiraannya. Ia menyelesaikan pendidikannya 5 tahun. Mimpi tentang Pendidikan lebih tinggi pun pudar karena telat menyelesaikan S1.
Pada saat itu, dia tidak lagi berfikir bagaimana melanjutkan S2. Tetapi ia berfikir bagaimana saya bisa kerja. Dia memutuskan utuk mencari pekerjaan. Akhirnya ia mendaftar pada salah 1 perusahaan minyak. Sayang sekali ternyata itu tipuan. Dia masih ingat beberapa kali gagal. Dia gagal 2 kali mendaftar di PLN. Namun, kegagalan demi kegagalan tidak menyurutkan niatnya,  ia mencoba lagi mendaftar pada sebuah perusahaan jasa konsultan keuangan. Berkat doa dan usaha akhirnya diterima.
Awalnya ada keraguan  dalam diriku. “bagaimana kalau saya di tipu lagi” tetapi ia ingat dengan mimpinya 7 tahun lalu.  Dengan modal nekat dan membawa bekal seadanya ia berangkat ke Papua sendiri, dengan memegang 1 prinsip " mencoba memang tak mengapa, tetapi mengapa aku tak mencoba",
Jika teman-teman bertanya apakah kamu malu dengan keadaan demikian. Jujur saya jawab malu pada waktu itu bahkan kuku tangan dan kaki saya hitam. Tidak terlihat seperti orang kuliah kebanyakan yang rapi. Tetapi hari ini, pengalaman itulah yang  membuat aku bangga. Jika pertanyaan itu diajukan pada hari ini, aku bangga dengan latar belakangku. Kalau tidak karena kuku hitam, tangan hitam karena sengatan matahari, kalau tidak karena bertani aku tidak akan menjadi seorang seperti ini. Jauh jarak dengan kampung halaman tidak lah sejauh mimpi yang ingin akau gapai. Perjalanan panjang nan berliku, tanjakan dan turun dalam perjalan hidup ini menjadi ingatan  dan membuat aku selalu melihat kebawah.

“untuk adek-adek di kampungku, beranilah bermimpi, awalnya sebuah cemoohan, tetapi akhirnya akan jadi sebuah pujian”

Friday, April 22, 2016

Kepala Sekolah Termuda Di Sumatera Barat


Dulu generasi muda yang mendesak Soekarno-Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dan di usia muda juga Muhammad Al Fatih menaklukkan kota Konstantinopel.

Wednesday, March 30, 2016

IKSP Jabodetabek Kedatangan Guru

Ikatan kekeluargaan sering kita dengar di tanah perantauan. Saat ini hampir setiap daerah mempunyai ikatan kekeluargaannya di rantau. Begitu juga dengan nagari Sungai Patai. IKSP asal singkatan dari ikatan kekeluargaan Sungai Patai. Ikatan kekeluargaan merupakan bentuk dari persaudaraan senasib di rantau.

Tuesday, March 15, 2016

Mengikonkan Pohon Asam Jawa

Jika ditanyakan kepada masyarakat Sungai Patai siapa yang tidak kenal dengan asam jawa. Pohon yang menjulang tinggi di ujung utara nagari Sungai Patai sudah menjadi ikon. Terlalu banyak rasanya kenangan bersama dengan tumbuhnya Pohon asam jawa ini. Mungkin juga ini disebabkan letaknya yang strategis ditengah perkampungan.

Saturday, January 23, 2016

Robi Arlan Mengejar Harapan Di Tanah Papua

Tanah Papua tanah yang kaya, surga kecil jatuh ke bumi, Seluas tanah sebanyak madu adalah harta harapan dalam lirik lagu Edo Kondologit. Tanah harapan sekiranya itu sudah biasa melekat pada diri Robi Arlan. Pria yang mengantungkan harapaannya di tanah Papua. Berangkat pada awal bulan Januari 2016 Robi yang kerap di panggil Atun ini telah menginjakan kakinya di tanah harapan itu. Sekiranya ini sebuah langkah awal dan dan menginsprasi untuk generasi muda Sungai Patai bahwa jangan lelah mengejar cita-cita dan harapan.

Wednesday, December 2, 2015

Karomah Syekh Lokuah Sikunci

ak banyak generasi muda sekarang yang tau tentang kisah ini,Penulis sendiri mengetahui kisah ini dari guru ngaji penulis di Sungai Patai dan kemudian Penulis bertanya kembali tentang kisah ini kepada sang Kakek,kepada penulis sang kakek menuturkan bahwa kisah ini memang benar adanya tetapi tanggal,bulan dan tahun tidak diketahui.
Sebelum membaca kisah ini sebaiknya kita ketahui dulu apa yang dimaksud dengan Karomah atau Keramat.
Karomah/Keramat berasal dari bahasa arab كرم yang berarti kemuliaan, keluhuran, dan anugerah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengistilahkan karomah dengan keramat diartikan suci dan dapat mengadakan sesuatu diluar kemampuan manusia biasa karena ketaqwaanya kepada Allah SWT.
Menurut para ulama sufi, karamah berarti keadaan luar biasa yang diberikan Allah SWT kepada para wali-Nya. Wali ialah orang yang beriman, bertakwa, dan beramal shaleh kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Q.S. Yunus: 62-64,
أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْيَحْزَنُونَ۞ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ۞ لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ……
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat….”
Ulama’ sufi meyakini bahwa para Wali mempunyai keistimewaan, misalnya kemampuan melihat hal-hal ghaib yang tidak dimiliki oleh manusia umumnya. Allah SWT dapat memberi karamah kepada orang beriman, takwa, dan beramal shaleh menurut kehendaknya.
Pada tanggal,bulan dan tahun yang tidak diketahui Wafatlah seorang Ulama di Lokuak Sikunci Sungai Patai,tidak ada lagi generasi sekarang yang mengetahui nama Ulama tersebut.
Sesuai dengan hukum fiqih dalam Islam jika seseorang meninggal dunia maka kewajiban atau fardhu kifayah bagi orang yang yang masih hidup ialah Memandikan,Mengapani,Menyolatkan lalu Menguburkan, setelah melaksanakan fardhu kifayah yang pertama sampai ketiga para pelaksana fardhu kifayah tentu saja berkeinginan melakukan fardhu kifayah yang keempat yaitu menguburkan,liang lahat pun sudah selesai digali.
Ketika para pelaksana fardhu kifayah bermaksud menurunkan jenazah ke dalam liang lahat,tiba-tiba jenazah ghaib atau hilang dari pandangan mata zahir,para pelayat kaget dan mencari dimana jenazah tersebut berada,namun tiba-tiba terdengarlah suara tahlil dari suatu tempat kemudian para pelaksana fardhu kifayah menelusuri dari mana suara tahlil tersebut berasal,setelah sampai ditempat dimana suara tahlil itu berasal,para pelaksana fardhu kifayah melihat gundukan tanah merah pemakaman yang kelihatannya baru saja dilaksanakan pemakaman jenazah namun para pelaksana fardhu kifayah tidak melihat siapapun disana cuma suara tahlil saja yang kedengaran.Entah siapa yang telah memakamkan jenazah,entah siapa yang menggali liang lahat,Wallahu`alam bissawab.
Setelah peristiwa ini makam beliau ramai dikunjungi para peziarah,bahkan perhelatan akbar pun sering digelar di sini yang dinamakan dengan bakawua,atau melakukan kenduri besar-besaran dengan menyemblih kambing, Perhelatan ini di Sungai Patai dikenal dengan sebutan " Bakawuagh di Lokuak Sukunci".
lokasi pemakaman Syekh lokuah sikunci kini masih misterius tapi ado beberapo dugaan dan jejak yang bisa di temui. tidak jauh dari medan nan bapaneh ateh lago arah jam satu. di situ di temui tumpukan batu secara fisik batu tersebut di sama dengan batu yang ada di sekitar lokasi menandakan batu tersebut bisa jadi di angkut dari kali atau tempat lai dari lokasi berbeda. lokasi tersebut juga berada dekat pohon besar di tepi ngarai. untuk saat ini baa kitonkembali mengali ilmu yang pernah syehk lokuah sikunci ajarkan. ingatan kolektif masyarakat yang terus di jaga secara turun temurun menjadi kunci. secara pribadi kuat dugaan saya bahwa syekh lokuak sikunci adalah ulama pertama di sungai patai.