Monday, May 31, 2021
Wednesday, December 2, 2020
Wednesday, September 23, 2020
Monday, June 29, 2020
Tuesday, February 4, 2020
Tradisi Mananta Buko
Bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. keberkahan bulan Ramadan juga untuk memperkuat silaturahmi baik sanak famili dan handai taulan, ipar dan bisan. dalam memperkuat tali persaudaraan ini ada sebuah tradisi dibangun oleh masyaakat di Sungai patai yaitu antan buko atau Mengantarkan makanan untuk berbuka puasa
Ranji tambo Alam.
Ranji tambo Alam.
Thursday, November 2, 2017
Goa Ayia Lului, Mutiara Tersembunyi di Nagari Sungai Patai
Tanah Datar – Satu lagi, situs cagar budaya Goa Ayia Lului tantang para pencita alam untuk menikmati keindahan alamnya yang terletak di ketinggian kurang lebih 1000 meter dari permukaan laut yang terletak di Kabupaten Tanah Datar, tepatnya di Kecamatan Sungayang Nagari Sungai Patai, selain Treknya yang menantang, tempat tersebut sangat cocok bagi para bagi kaula muda dalam menguji nyali dan fisinya.
Goa Ayai Lului ini merupakan salah satu cagar budaya yang letaknya di tengah hutan belantara dan juga berbatasan langsung antara Tanah Datar dengan kabupaten Limapuluh Kota, Gao ini terkenal dengan nilai sejarahnya, pada tahun 1948 Goa ini merupakan tempat persembunyian para tentara PDRI pada masa penjajahan.
Kaur Pembangunan Nagari Sungai Patai, Defrianto (42) mengatakan, Gao yang ditemukan masyarakat sejak beberapa tahun lalu, merupakan tempat persembunyian para pahlawan kita jaman dulu, selain tempatnya yang masih asri, jarak tempuh dari perkampunganpun tidak terlalu jauh, sehingga para wisatawan yang ingin melihat dan menyaksikan keindahan Stalakmit dan Stalaktit dalam Goa dapat dengan mudah melihatnya.
“Kalo jarak tempuh normal biasanya dari perkampungan, memakan waktu kurang lebih 2 jam, setelah itu kita kan menemukan 4 Goa disana, dengan satu Air terjun yang berada di tengah perjalanan menuju ke Mulut Goa,” jelas Defrianto yang juga didampingi Ariswandi (35) selaku Kasi Kesenian dari Dinas Pendidikan dan Kesenian Tanah Datar, saat melakukan exspedisi melihat Goa tersebut, Minggu (29/10).
Tambah Defrianto, area seluas kurang lebih 10 hektar ini, selain letaknya di perbatasan, destinasi wisata yang satu ini masih belum banyak di ketahui orang, sehingga untuk mengangkat tempat ini menjadi sebuah tempat wisata baru, perlu dukungan pemerintah setempat untuk sama-sama bisa melestarikan tempat bersejarah ini, sehingga tempat pariwista di Tanah Datar bertambah dengan hadirnya, Goa Ayia Lului ini.
“Kita berharap kepada pemerintah agar mau memberikan dukungan dalam mengembangkan destinasi wisata Goa Ayia Luluih ini sehingga Nagari Sungai Patai selain terkenal dengan budaya Sileknya, juga terkenal dengan desa Wisatanya, guna menambah nilai ekonomi bagi masyarakat yang nota benenya sebagai petani, sehingga Nagari ini juga bisa maju seperti Nagarai lainnya yang ada di Luar Tanah Datar,” tutur Defrianto.
Lebih lanjut Defrianto juga mengatakan, selain masyarakat di sekitar, Goa Ayia Luluih juga pernah di kunjungi oleh tim BPBD Tanah Datar guna menyaksikan keindahan alam dan uji fisik aggotanya, selain itu juga para mahasiswa dari IAIN Tanah Datar juga pernah berkunjung kemari dalam rangka mengisi kegiatan Mapala Kampus Islam tersebut. Didengar dari komentar para tamu yang datang di kesini, pada umumnya mereka puas dan senang, sehingga ini bisa menjadi catatan tersendiri bagi kami selaku pengurus Nagari dalam mengembangkan daerah ini.
Semetara itu salah satu Wartawan Senior Harian Singgalang, Musriadi Musanif yang ikut pada tim Exspedisi itu, mengatakan, bagi saya selain menguji fisik, pendaikian menuju Goa ini juga menyehatkan raga, keringat kita keluar, Fikiran kita Fres dan udara yang kita hiruppun bersih, sehingga apabila tempat ini dibangun seperti layaknya tempat wisata di Bukittinggi yang kita kenal dengan Janjang seribu Koto Gadang, wah saya rasa tempat ini juga tidak kalah menarik. Nah bagi para pencinta alam yang suka akan tantangan coba trek ini, dijamin kepuasan akan kita dapatkan, kalau yang tua saja mampu kenapa yang muda tidak bisa, ajak Musriadi sambil menghela nafas di sela-sela istirahat saat melaksanakan pendakian.
Tambahnya, dirinya sangat takjub dengan keindahan Goa Ayia Luluih ini, sehingga dengan usia yang sudah tidak muda lagi ini, dirinya ampu menyelesaikan misi dari mulai Star hingga Finish untuk dapat melihat langsung salah satu keindahan ciptaan tuhan ini.
“Kalau dilihat dari treknya sepertinya saya tidak sanggup untuk menyelesaikan perjalanan ini, mengingat usia yang sudah tidak muda lagi, namu karena semangat yang kuat dan suport dari teman-teman akhirnya Empat Goa dan satu air terjun dapat saya saksikan degan nyata, ini sangat luar biasa dan perlu di lestariakan agar destinasi wisata di Tanah Datar tidak hanya sebatas Istano Basa Pagaruyung saja,” jelas Wartawan Utama itu. (Put)
Sumber pasbana.com
Goa Ayai Lului ini merupakan salah satu cagar budaya yang letaknya di tengah hutan belantara dan juga berbatasan langsung antara Tanah Datar dengan kabupaten Limapuluh Kota, Gao ini terkenal dengan nilai sejarahnya, pada tahun 1948 Goa ini merupakan tempat persembunyian para tentara PDRI pada masa penjajahan.
Kaur Pembangunan Nagari Sungai Patai, Defrianto (42) mengatakan, Gao yang ditemukan masyarakat sejak beberapa tahun lalu, merupakan tempat persembunyian para pahlawan kita jaman dulu, selain tempatnya yang masih asri, jarak tempuh dari perkampunganpun tidak terlalu jauh, sehingga para wisatawan yang ingin melihat dan menyaksikan keindahan Stalakmit dan Stalaktit dalam Goa dapat dengan mudah melihatnya.
“Kalo jarak tempuh normal biasanya dari perkampungan, memakan waktu kurang lebih 2 jam, setelah itu kita kan menemukan 4 Goa disana, dengan satu Air terjun yang berada di tengah perjalanan menuju ke Mulut Goa,” jelas Defrianto yang juga didampingi Ariswandi (35) selaku Kasi Kesenian dari Dinas Pendidikan dan Kesenian Tanah Datar, saat melakukan exspedisi melihat Goa tersebut, Minggu (29/10).
Tambah Defrianto, area seluas kurang lebih 10 hektar ini, selain letaknya di perbatasan, destinasi wisata yang satu ini masih belum banyak di ketahui orang, sehingga untuk mengangkat tempat ini menjadi sebuah tempat wisata baru, perlu dukungan pemerintah setempat untuk sama-sama bisa melestarikan tempat bersejarah ini, sehingga tempat pariwista di Tanah Datar bertambah dengan hadirnya, Goa Ayia Lului ini.
“Kita berharap kepada pemerintah agar mau memberikan dukungan dalam mengembangkan destinasi wisata Goa Ayia Luluih ini sehingga Nagari Sungai Patai selain terkenal dengan budaya Sileknya, juga terkenal dengan desa Wisatanya, guna menambah nilai ekonomi bagi masyarakat yang nota benenya sebagai petani, sehingga Nagari ini juga bisa maju seperti Nagarai lainnya yang ada di Luar Tanah Datar,” tutur Defrianto.
Lebih lanjut Defrianto juga mengatakan, selain masyarakat di sekitar, Goa Ayia Luluih juga pernah di kunjungi oleh tim BPBD Tanah Datar guna menyaksikan keindahan alam dan uji fisik aggotanya, selain itu juga para mahasiswa dari IAIN Tanah Datar juga pernah berkunjung kemari dalam rangka mengisi kegiatan Mapala Kampus Islam tersebut. Didengar dari komentar para tamu yang datang di kesini, pada umumnya mereka puas dan senang, sehingga ini bisa menjadi catatan tersendiri bagi kami selaku pengurus Nagari dalam mengembangkan daerah ini.
Semetara itu salah satu Wartawan Senior Harian Singgalang, Musriadi Musanif yang ikut pada tim Exspedisi itu, mengatakan, bagi saya selain menguji fisik, pendaikian menuju Goa ini juga menyehatkan raga, keringat kita keluar, Fikiran kita Fres dan udara yang kita hiruppun bersih, sehingga apabila tempat ini dibangun seperti layaknya tempat wisata di Bukittinggi yang kita kenal dengan Janjang seribu Koto Gadang, wah saya rasa tempat ini juga tidak kalah menarik. Nah bagi para pencinta alam yang suka akan tantangan coba trek ini, dijamin kepuasan akan kita dapatkan, kalau yang tua saja mampu kenapa yang muda tidak bisa, ajak Musriadi sambil menghela nafas di sela-sela istirahat saat melaksanakan pendakian.
Tambahnya, dirinya sangat takjub dengan keindahan Goa Ayia Luluih ini, sehingga dengan usia yang sudah tidak muda lagi ini, dirinya ampu menyelesaikan misi dari mulai Star hingga Finish untuk dapat melihat langsung salah satu keindahan ciptaan tuhan ini.
“Kalau dilihat dari treknya sepertinya saya tidak sanggup untuk menyelesaikan perjalanan ini, mengingat usia yang sudah tidak muda lagi, namu karena semangat yang kuat dan suport dari teman-teman akhirnya Empat Goa dan satu air terjun dapat saya saksikan degan nyata, ini sangat luar biasa dan perlu di lestariakan agar destinasi wisata di Tanah Datar tidak hanya sebatas Istano Basa Pagaruyung saja,” jelas Wartawan Utama itu. (Put)
Sumber pasbana.com
Wednesday, March 22, 2017
Sungai Patai Mengadakan Batagak Panghulu
Nagari Sungai Patai, Sudah lama tidak menyelenggarakan alek Nagari Bagatak panghulu atau malewakan gala. Sudah hampir 20 tahun lebih bagatak panghulu tidak dilaksanakan di Sungai Patai. Saat ini sudah saatnya nagari Sungai Patai meregenerasi pimpinan adat. Terakhir acara batagak penghulu dilangsungkan pada dekade 1990-an.
Thursday, February 23, 2017
Pesan Dari Bumi Cendrawasih
Selalu pelihara mimpimu karena mimpi itu akan membawamu
terbang dan berilah sayap mimpimu itu
dengan doa dan usaha. Kuatkanlah otot-otot mimpimu dengan keyakinan.
Bermimpilah maka mimpi itu akan membawa kemana dirimu akan
pergi. Kisah ini dari catatan pribadi anak Sungai patai yang menginjkkan
kakinya di bumi Cendrawasih. Tanah yang elok dan surganya Indonesia. Dia pergi
ke tanah Papua tahun lalu dengan membawa sejuta harapan . hingga Saat ini dia sudah
mampu membantu orang tua, keluarga dan orang-orang sekitarnya.
Kisah ini dimulai 7 tahun lalu. Dia seorang pemudah tangguh
ditengah kerasnya hidup. Seorang pemuda tamat SMA asal sungai patai yang berani
bermimpi. Waktu itu, saat teman-teman
sebaya sudah kuliah, ia hanya jadi penggangguran dan berharap dari hasil tani.
Di dalam hatinya ingin seperti teman-temannya, Ingin melanjutkan pendidikan
yang lebih tinggi. Dia pengen kuliah tetapi kendala klasik
selalu saja mengintai siapapun termasuk dirinya. Ya... terkendala biaya.
Dari atas bukit, Hujan menguyur nagari Sungai Patai. Hujan
seakan-akan mencerahkan dirinya, mengalirkan air harapan ditubuhnya. Saat dia
sedang mengambil ajir/ tonggak untuk memapah tanamannya. Dia temenung, dalam
hati dia berkata “teman-temanku sedang asik belajar di bangku kuliahan. Sedangkan
aku, hanya seorang petani, jika aku tidak kuliah,mungkin selamanya aku akan menjadi
petani, (memang pendidikan tidak menjamin sukses seseorang tetapi pendidikan
adalah cara terbaik menggapai kesuksesan)” kalimat ini selalu mengiang-ngiang
dalam pikirannya.
Tekadnya sudah bulat. Dia harus kuliah karena pendidikan
adalah salah satu cara untuk mencapai kesuksesan. Dia memutuskan untuk kuliah
di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Batusangkar. Kampus yang dia tuju
ini tidak jauh dari kampungnya. Dia berfikir, ditempat inilah dia memulai
mimpinya. Alasannya sederhana, dia bisa kuliah tanpa meninggalkan aktivitas dan
rutinitasnya sehari-hari bertani. Karena
baginya hasil bertani inilah menopang untuk melanjutkan kuliah.
Waktu terus berjalan, hingga sampailah ia pada semester 6. Pengetahuannya
terus bertambah, cakrawalanya terus melebar. Sehingga mempengaruhi plo pikirnya tentang
pendidikan. Dia berfikir untuk melanjutkan ke strata 2 (S2). Ini bukan tentang
keserakahan, ini tentang Ilmu, toh Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan untuk menuntut
ilmu dari buaian sampai liang lahat. Hadist nabi Muhammad SAW ini juga memotvasinya
untuk mengapai pendidikan lebih tinggi.
Saat kuliah pun kehidupannya tidak berjalan mulus-muls saja.
Ada-ada saja kendala yang dia hadapi. Dia masih ingat ketika akan pergi
berangkat kuliah, dia hanya membawa uang Rp.1000 ke kampusnya. Hanya cukup membeli
bakwan atau makan kecil dikampus. Namun dia tetap saja pergi kuliah karena
baginya uang sedikit tidak menghalanginya untuk bermimpi
Di kampungnya pilihan hidup untuk sukses tidaklah banyak. Cara
terbaiknya adalah merantau. Karena di kampung pendapatan utama hanya dari hasil
bertani. Tidak lebih dari itu. Dia ingin sukses bahkan dia ingin melanjutkan
pendidikan ke Strata 2. Alasanya sederhana, dia ingin sukses yang berbeda
dengan orang kebanyakan. Akhirnya dia
mengumpulkan uang hasil pertaniannya. Tujuannya cuma satu agar dapat masuk S2.
Namun , Ia sedikit lengah, karena kesibukan bertaninya
hampir saja melupakan tujuan dan arah yang sudah dia bangun sejak remaja dulu. Orang-orang
heran melihat dia tetap saja berkerja membuat bedengan ladang mentimun di sawah
padahal sedang ujian semeter. Pada saat itu dia telat mengikuti ujian. Orang-orang
sekitarnya tahu bahwa dia ingin melanjutkan pendidikan lebih tinggi. Sehingga orang-orang
pun bilang, “kamu masih ingin kuliah
atau tidak, kalau kamu kuliah kenapa kamu tidak seperti yang lain, yang menghabiskan
waktunya di kampus” Kalimat itu menyadarkan dirinya. Dalam hati pemuda itu
bilang saya ini kuliah dan harus tamat. Kata-kata itu seperti sebuah cambukan
baginya. Memang sedikit diluar perkiraannya. Ia menyelesaikan pendidikannya 5
tahun. Mimpi tentang Pendidikan lebih tinggi pun pudar karena telat menyelesaikan
S1.
Pada saat itu, dia tidak lagi berfikir bagaimana melanjutkan
S2. Tetapi ia berfikir bagaimana saya bisa kerja. Dia memutuskan utuk mencari
pekerjaan. Akhirnya ia mendaftar pada salah 1 perusahaan minyak. Sayang sekali
ternyata itu tipuan. Dia masih ingat beberapa kali gagal. Dia gagal 2 kali
mendaftar di PLN. Namun, kegagalan demi kegagalan tidak menyurutkan niatnya, ia mencoba lagi mendaftar pada sebuah perusahaan
jasa konsultan keuangan. Berkat doa dan usaha akhirnya diterima.
Awalnya ada keraguan dalam diriku. “bagaimana kalau saya di tipu
lagi” tetapi ia ingat dengan mimpinya 7 tahun lalu. Dengan modal nekat dan membawa bekal seadanya
ia berangkat ke Papua sendiri, dengan memegang 1 prinsip " mencoba memang
tak mengapa, tetapi mengapa aku tak mencoba",
Jika teman-teman bertanya apakah kamu malu dengan keadaan
demikian. Jujur saya jawab malu pada waktu itu bahkan kuku tangan dan kaki saya
hitam. Tidak terlihat seperti orang kuliah kebanyakan yang rapi. Tetapi hari
ini, pengalaman itulah yang membuat aku
bangga. Jika pertanyaan itu diajukan pada hari ini, aku bangga dengan latar
belakangku. Kalau tidak karena kuku hitam, tangan hitam karena sengatan
matahari, kalau tidak karena bertani aku tidak akan menjadi seorang seperti
ini. Jauh jarak dengan kampung halaman tidak lah sejauh mimpi yang ingin akau
gapai. Perjalanan panjang nan berliku, tanjakan dan turun dalam perjalan hidup
ini menjadi ingatan dan membuat aku
selalu melihat kebawah.
“untuk adek-adek di kampungku, beranilah bermimpi, awalnya
sebuah cemoohan, tetapi akhirnya akan jadi sebuah pujian”
Friday, April 22, 2016
Kepala Sekolah Termuda Di Sumatera Barat
Dulu generasi muda yang mendesak Soekarno-Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dan di usia muda juga Muhammad Al Fatih menaklukkan kota Konstantinopel.
Wednesday, March 30, 2016
IKSP Jabodetabek Kedatangan Guru
Ikatan kekeluargaan
sering kita dengar di tanah perantauan. Saat ini hampir setiap daerah mempunyai
ikatan kekeluargaannya di rantau. Begitu juga dengan nagari Sungai Patai. IKSP asal
singkatan dari ikatan kekeluargaan Sungai Patai. Ikatan kekeluargaan merupakan
bentuk dari persaudaraan senasib di rantau.
Tuesday, March 15, 2016
Mengikonkan Pohon Asam Jawa
Jika
ditanyakan kepada masyarakat Sungai Patai siapa yang tidak kenal dengan asam
jawa. Pohon yang menjulang tinggi di ujung utara nagari Sungai Patai sudah
menjadi ikon. Terlalu banyak rasanya kenangan bersama dengan tumbuhnya Pohon
asam jawa ini. Mungkin juga ini disebabkan letaknya yang strategis ditengah
perkampungan.
Saturday, January 23, 2016
Robi Arlan Mengejar Harapan Di Tanah Papua
Tanah Papua tanah yang kaya, surga
kecil jatuh ke bumi, Seluas tanah sebanyak madu adalah harta harapan dalam
lirik lagu Edo Kondologit. Tanah harapan sekiranya itu sudah biasa melekat pada diri Robi Arlan. Pria yang mengantungkan
harapaannya di tanah Papua. Berangkat pada awal bulan Januari 2016 Robi yang
kerap di panggil Atun ini telah menginjakan kakinya di tanah harapan itu. Sekiranya
ini sebuah langkah awal dan dan menginsprasi untuk generasi muda Sungai Patai
bahwa jangan lelah mengejar cita-cita dan harapan.
Wednesday, December 2, 2015
Karomah Syekh Lokuah Sikunci
ak banyak generasi muda sekarang yang tau tentang kisah ini,Penulis
sendiri mengetahui kisah ini dari guru ngaji penulis di Sungai Patai dan
kemudian Penulis bertanya kembali tentang kisah ini kepada sang
Kakek,kepada penulis sang kakek menuturkan bahwa kisah ini memang benar
adanya tetapi tanggal,bulan dan tahun tidak diketahui.
Sebelum membaca kisah ini sebaiknya kita ketahui dulu apa yang dimaksud dengan Karomah atau Keramat.
Karomah/Keramat berasal dari bahasa arab كرم yang berarti kemuliaan, keluhuran, dan anugerah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengistilahkan karomah dengan keramat diartikan suci dan dapat mengadakan sesuatu diluar kemampuan manusia biasa karena ketaqwaanya kepada Allah SWT.
Menurut para ulama sufi, karamah berarti keadaan luar biasa yang diberikan Allah SWT kepada para wali-Nya. Wali ialah orang yang beriman, bertakwa, dan beramal shaleh kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Q.S. Yunus: 62-64,
أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْيَحْزَنُونَ۞ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ۞ لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ……
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat….”
Ulama’ sufi meyakini bahwa para Wali mempunyai keistimewaan, misalnya kemampuan melihat hal-hal ghaib yang tidak dimiliki oleh manusia umumnya. Allah SWT dapat memberi karamah kepada orang beriman, takwa, dan beramal shaleh menurut kehendaknya.
Pada tanggal,bulan dan tahun yang tidak diketahui Wafatlah seorang Ulama di Lokuak Sikunci Sungai Patai,tidak ada lagi generasi sekarang yang mengetahui nama Ulama tersebut.
Sesuai dengan hukum fiqih dalam Islam jika seseorang meninggal dunia maka kewajiban atau fardhu kifayah bagi orang yang yang masih hidup ialah Memandikan,Mengapani,Menyolatkan lalu Menguburkan, setelah melaksanakan fardhu kifayah yang pertama sampai ketiga para pelaksana fardhu kifayah tentu saja berkeinginan melakukan fardhu kifayah yang keempat yaitu menguburkan,liang lahat pun sudah selesai digali.
Ketika para pelaksana fardhu kifayah bermaksud menurunkan jenazah ke dalam liang lahat,tiba-tiba jenazah ghaib atau hilang dari pandangan mata zahir,para pelayat kaget dan mencari dimana jenazah tersebut berada,namun tiba-tiba terdengarlah suara tahlil dari suatu tempat kemudian para pelaksana fardhu kifayah menelusuri dari mana suara tahlil tersebut berasal,setelah sampai ditempat dimana suara tahlil itu berasal,para pelaksana fardhu kifayah melihat gundukan tanah merah pemakaman yang kelihatannya baru saja dilaksanakan pemakaman jenazah namun para pelaksana fardhu kifayah tidak melihat siapapun disana cuma suara tahlil saja yang kedengaran.Entah siapa yang telah memakamkan jenazah,entah siapa yang menggali liang lahat,Wallahu`alam bissawab.
Setelah peristiwa ini makam beliau ramai dikunjungi para peziarah,bahkan perhelatan akbar pun sering digelar di sini yang dinamakan dengan bakawua,atau melakukan kenduri besar-besaran dengan menyemblih kambing, Perhelatan ini di Sungai Patai dikenal dengan sebutan " Bakawuagh di Lokuak Sukunci".
lokasi pemakaman Syekh lokuah sikunci kini masih misterius tapi ado beberapo dugaan dan jejak yang bisa di temui. tidak jauh dari medan nan bapaneh ateh lago arah jam satu. di situ di temui tumpukan batu secara fisik batu tersebut di sama dengan batu yang ada di sekitar lokasi menandakan batu tersebut bisa jadi di angkut dari kali atau tempat lai dari lokasi berbeda. lokasi tersebut juga berada dekat pohon besar di tepi ngarai. untuk saat ini baa kitonkembali mengali ilmu yang pernah syehk lokuah sikunci ajarkan. ingatan kolektif masyarakat yang terus di jaga secara turun temurun menjadi kunci. secara pribadi kuat dugaan saya bahwa syekh lokuak sikunci adalah ulama pertama di sungai patai.
Sebelum membaca kisah ini sebaiknya kita ketahui dulu apa yang dimaksud dengan Karomah atau Keramat.
Karomah/Keramat berasal dari bahasa arab كرم yang berarti kemuliaan, keluhuran, dan anugerah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengistilahkan karomah dengan keramat diartikan suci dan dapat mengadakan sesuatu diluar kemampuan manusia biasa karena ketaqwaanya kepada Allah SWT.
Menurut para ulama sufi, karamah berarti keadaan luar biasa yang diberikan Allah SWT kepada para wali-Nya. Wali ialah orang yang beriman, bertakwa, dan beramal shaleh kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Q.S. Yunus: 62-64,
أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْيَحْزَنُونَ۞ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ۞ لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ……
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat….”
Ulama’ sufi meyakini bahwa para Wali mempunyai keistimewaan, misalnya kemampuan melihat hal-hal ghaib yang tidak dimiliki oleh manusia umumnya. Allah SWT dapat memberi karamah kepada orang beriman, takwa, dan beramal shaleh menurut kehendaknya.
Pada tanggal,bulan dan tahun yang tidak diketahui Wafatlah seorang Ulama di Lokuak Sikunci Sungai Patai,tidak ada lagi generasi sekarang yang mengetahui nama Ulama tersebut.
Sesuai dengan hukum fiqih dalam Islam jika seseorang meninggal dunia maka kewajiban atau fardhu kifayah bagi orang yang yang masih hidup ialah Memandikan,Mengapani,Menyolatkan lalu Menguburkan, setelah melaksanakan fardhu kifayah yang pertama sampai ketiga para pelaksana fardhu kifayah tentu saja berkeinginan melakukan fardhu kifayah yang keempat yaitu menguburkan,liang lahat pun sudah selesai digali.
Ketika para pelaksana fardhu kifayah bermaksud menurunkan jenazah ke dalam liang lahat,tiba-tiba jenazah ghaib atau hilang dari pandangan mata zahir,para pelayat kaget dan mencari dimana jenazah tersebut berada,namun tiba-tiba terdengarlah suara tahlil dari suatu tempat kemudian para pelaksana fardhu kifayah menelusuri dari mana suara tahlil tersebut berasal,setelah sampai ditempat dimana suara tahlil itu berasal,para pelaksana fardhu kifayah melihat gundukan tanah merah pemakaman yang kelihatannya baru saja dilaksanakan pemakaman jenazah namun para pelaksana fardhu kifayah tidak melihat siapapun disana cuma suara tahlil saja yang kedengaran.Entah siapa yang telah memakamkan jenazah,entah siapa yang menggali liang lahat,Wallahu`alam bissawab.
Setelah peristiwa ini makam beliau ramai dikunjungi para peziarah,bahkan perhelatan akbar pun sering digelar di sini yang dinamakan dengan bakawua,atau melakukan kenduri besar-besaran dengan menyemblih kambing, Perhelatan ini di Sungai Patai dikenal dengan sebutan " Bakawuagh di Lokuak Sukunci".
lokasi pemakaman Syekh lokuah sikunci kini masih misterius tapi ado beberapo dugaan dan jejak yang bisa di temui. tidak jauh dari medan nan bapaneh ateh lago arah jam satu. di situ di temui tumpukan batu secara fisik batu tersebut di sama dengan batu yang ada di sekitar lokasi menandakan batu tersebut bisa jadi di angkut dari kali atau tempat lai dari lokasi berbeda. lokasi tersebut juga berada dekat pohon besar di tepi ngarai. untuk saat ini baa kitonkembali mengali ilmu yang pernah syehk lokuah sikunci ajarkan. ingatan kolektif masyarakat yang terus di jaga secara turun temurun menjadi kunci. secara pribadi kuat dugaan saya bahwa syekh lokuak sikunci adalah ulama pertama di sungai patai.
Sungai Patai Perlu Pustaka
Sungai patai perlu pustaka itulah
sekelumit pendapat dari admin bagaimana agar nagari sungai patai maju berbasis
ilmu pengetahuan. keberadaan pustaka di sungai patai sudah menjadi sebuah
keharusan agar masyarakat sungai patai mampu meningkatkan sumber daya
manusianya.
A. Latar Belakang
Pada zaman global sekarang,
pendidikan merupakan sesuatu yang penting. Karena pendidikan merupakan akar
dari peradaban sebuah bangsa. Pendidikan sekarang telah menjadi kebutuhan pokok
yang harus dimiliki setiap orang agar bisa menjawab tantangan kehidupan.Untuk
memperoleh pendidikan, banyak cara yang dapat kita capai. Diantaranya melalui
perpustakaan. Karena di perpustakaan berbagai sumber informasi bisa kita
peroleh, selain itu banyak juga manfaat lain yang dapat kita peroleh melalui
perpustakaan. Ketika kita mendengar kata perpustakaan, dalam benak kita
langsung terbayang sederetan buku-buku yang tersusun rapi di dalam rak sebuah
ruangan. Pendapat ini kelihatannya benar, tetapi kalau kita mau memperhatikan
lebih lanjut, hal itu belumlah lengkap. Karena setumpuk buku yang diatur di rak
sebuah toko buku tidak dapat disebut sebagai sebuah perpustakaan. Memang
pengertian perpustakaan terkadang rancu dengan dengan istilah – istilah
pustaka, pustakawan, kepustakawanan, dan ilmu perpustakaan. Secara harfiah,
perpustakaan sendiri masih dipahami sebagai sebuah bangunan fisik tempat
menyimpan buku – buku atau bahan pustaka.
Perpustakaan adalah institusi
yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara
khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam
cara interaksi pengetahuan. Banyak kalangan terfokus untuk memandang
perpustakaan sebagai sistem, tidak lagi menggunakan pendekatan fisik. Sebagai
sebuah sistem perpustakaan terdiri dari beberapa unit kerja atau bagian yang
terintergrasikan melalui sistem yang dipakai untuk pengolahan, penyusunan dan
pelayanan koleksi yang mendukung berjalannya fungsi – fungsi perpustakaan.
Sebagai saraana pendidikan
keberadaan pustaka di setiap nagari dirasakan sudah penting, mengingat
beragamnya infromasi yang tersebar di dunia maya yang harus difilter. Pengadaan
pustaka menjadi salah satu caranya agar masyarakat terutama generasi muda tidak
saja mereima infrmasi yang keabsahannya belum teruji sebagaimana buku. Pustaka
dapat menjamin Informasi elektronik tentang informasi manajemen hak pencipta
tidak boleh ditiadakan atau diubah” berdasarkan pasal tersebut, maka
perpustakaan dalam mendigitalkan koleksi tetapi tetap mencantumkan identitas
penulis aslinya,
selain itu, pergaulan bebas
generasi muda dapat ditekan dengan gerakan kembali menbaca buku-buku sehingga
mereka kaya akan informasi. Pendidikan infromasi ini menjadi penting untuk
menekan pola prilaku generasi muda seperti pergaulan bebas, narkoba, miras dan
prilaku buruk lainnya.
Pengadaan pustaka ini nantinya
dapat berkontibusi meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama generasi
muda yang menjadi penerus bangsa. Perpustakaan sebagai media edukasi
(pendidikan), perpustakaan menyediakan pembelajaran seumur hidup. Perpustakaan
sebagai media informatif, informasi yang dibutuhkan pengguna dapat dicari
diperpustakaan. Perpustakaan sebagai media penelitian, sumber-sumber informasi
yang ada di perpustakaan dapat menjadikan bahan rujukan untuk melakukan
penelitian seperti pembuatan makalah,skripsi, dan penelitian yang lain.
Perpustakaan sebagai media cultural, perpustakaan menyimpan khasanah budaya
bangsa serta meningkatkan nilai dan apresiasi budaya dari masyarakat sekitar.
Perpustakaan sebagai media rekreasi, sebagai tempat yang dapat memberikan
hiburan pada para pengguna, di era digital ini perpustakaan dapat dijadikan
tempat hiburan bagi para pengguna di akhir pekan.
B. Tujuan
1. Terciptanya nagari yang berbasis
pengetahuan dalam memyongsong Indonesia Dream tahun 2025
2. Menyiapkan masyarakat yang kaya informasi
3. Terciptanya generasi muda yang aktif dan
kaya informasi
C. Program
1. Pengadaan buku-buku berbasis pengetahuan
umum, jurnal, majalah dan koran
2. Pemutaran film-film berbasi edukasi
3. Diskusi umum dan bedah buku
4. Pergelaran seni dan kebudayaan (Silat
Sungai Patai)
D. Langkah Kerja
1. Pengadaan lokasi dan menerima sumbangan
buku dari masyarakat
2. Melakukan diskusi ilmiah sebagai untuk
menarik minat masyarakat
3. Melakukan pemutaran film
E. Kesimpulan
Besar harapan kami untuk
mewujudkan pustaka nagari Sungai patai dan dukungan masyarakat. Sipa terima
kritikan dan saran
Sunday, October 18, 2015
Gua Sungai Patai
Sungai Patai Info, Tulisan ini admin ambil dari catatan perjalanan
Mapala Pagaruyung tahun 2013 tentang pemetaan Guo sungai Patai. Kawasan Goa Tebing terletak di Nagari Sungai Patai Kecamatan Sungayang Kabupaten
Tanah Datar. Kawasan Goa Tebing dengan luas sekitar 20 ha merupakan daerah
perbukitan dan persawahan. Dalam kegiatan Ekspedisi Mapala PAGARUYUNG STAIN
Batusangkar 2013, bahwa di Kawasan Goa Tabing terdapat beberapa goa vertical
yang kedalamannya lebih dari 13 meter. Pintu utama Goa terdapat di tengah
tebing ,dengan ketinggian lebih dari 3 meter dari permukaan tanah. goa yang
sudah di petakan (Mapping) oleh Mapala PAGARUYUNG STAIN Batusangkar baru 1
lubang vertical dengan kedalaman 14 meter dan panjang Horizontal mencapai 20
meter lebih dengan ujung goa buntu.Walaupun laporan itu masih simpang siur
dengan informasi dari masyarakat karena menurut masyarakat setempat ,ujung Goa
tesebut tembus dengan pintu keluar vertical .
Untuk menuju Goa Tebing dari
Batusangkar membutuhkan waktu 1/2 jam dengan menggunakan motor ke arah
Sungayang, belok ke kiri di simpang Bank BRI
Sungayang dan melanjutkan ke arah simpang Tali Agung.Dari simpang Tali
Agung belok kanan ke Arah Sungai Patai. Trek yang di lalui cukup lancar dengan
hamparan sawah yang membentang di pinggir jalan. Memasuki kawasan Goa Tebing
dengan di tandai bebatuan dan mulai terciumnya bau kotoran kelelawar (Tadarida pucata) yang menjadi khas
kompleks Goa Tebing, biasanya para caver langsung menuju lokasi camping ground
yang berada di sebelah kiri pintu Goa dengan pintu utama Goa Tebing yang
panjangnya lebih dari 20 meter. Di
lokasi camping ground cukup luas dan juga terdapat sumber air yang
cukup Selain itu juga terdapat pondok
para penjaga sawah.
Kawasan karst Goa Tebing memang masih sangat alami karena sangat jarang
di kunjungi, daerah yang memang kurang dilalui wisatawan karena daerahnya yang
berbukit-bukit , hanya Caver dan penduduk desa setempat yang sering ke goa ini.Nama
Goa Tebing ini sendiri kami ambil dari letak pintu Goa yang berada di tengah
tebing. Sebelumnya Goa ini bernama Guo
TALEMPONG BATU DI GUA PUPUIK TANGKOLIANG SUNGAI PATAI
DITEMUKAN NADA YANG MENYERUPAI ALAT MUSIK KHAS MINANGKABAU (TALEMPONG) DI GUA YANG BERNAMA GUA PUPUIK TANGKOLIANG,YANG BERTEMPAT DI SUNGAI PATAI,KEC:SUNGAYANG,KAB:TANAH DATAR,PROV:SUMATRA BARAT,,AYO SEGERA KUNJUNGI TEMPAT INI
Posted by Yelfi Cendra on 30 April 2012
Ornament yang terdapat di dalam goa masih cukup alami dan masih bisa
tumbuh walaupun butuh ribuan tahun. Sepanjang lorong goa, stalaktit, stalakmit, gourdam, helaktiti dan pilar masih bias dinikmati dan sangat memanjakan mata.
Beberapa jenis flora dan fauna
yang mendominasi goa Tebing seperti
Kelapa (Cocous nucifera), Pisang (Musa paradisiacal), Mangga (Mangifera indica),
Kelelawar (Tadarida pucata), Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Monyet
merah atau biasa yang disebut warga dengan nama simpai dll.
Selain itu, keberadaan guo ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dengan
memanfaatkan kotoran kelalawar sebagai pupuk tanaman terutama tanaman cabai
karena sebagain besar mata pencarian masyarakat adalah petani.
Pengunjung goa ini terdapat periode tertentu sehingga jika pada musimnya, kebanyakan adalah pemuda/pemudi hanya untuk mengisi waktu libur. Potensi bahaya yang cukup mengancam pengunjung adalah lebah, karena disepanjang tebing goa ini bersarang. Lebah yang bersarang dapat mencapai lebih dari 5 koloni.
Pengunjung goa ini terdapat periode tertentu sehingga jika pada musimnya, kebanyakan adalah pemuda/pemudi hanya untuk mengisi waktu libur. Potensi bahaya yang cukup mengancam pengunjung adalah lebah, karena disepanjang tebing goa ini bersarang. Lebah yang bersarang dapat mencapai lebih dari 5 koloni.
Friday, October 16, 2015
Sementara PJ Wali Nagari Sungai Patai Seknag
Sungai Patai News, Sementara ini PJ Wali Nagari Sungai Patai adalah Sekretaris nagari begitulah untuk memulai kabar baru ini. Mengutip kiriman berita media sosial seperti facebook atau whatspp ngari Sungai Patai saat ini Nagari Sungai patai telah meiliki wali Nagari. Setidaknya Nagari Sungai patai sama dengan 754
nagari dan 126 desa yang ada di Sumbar yang kepala pemerintahan nagarinya digantikan oleh pejabat sementara.
Tuesday, September 1, 2015
Tradisi Mengantar Jemaah Haji
Sungai Patai- Tidak
lama lagi umat Islam akan melaksanakan hari Raya Idul Adha, hari raya Kurban
bagi yang belum sanggup melaksanakan ibadah haji, dan disebut juga dengan hari raya Haji. Ibadah
Haji merupakan rukun Islam yang kelima. Pelaksanaannya untuk orang yang beragama
islam yang mampu. Walaupun demikian setiap orang bercita-cita untuk bisa
menginjakkan kakinya di tanah yang diberkati Allah SWT.
Pelaksanaan ibadah
haji adalah puncak dari perjalanan spiritual seorang muslim sehingga
persiapannya tidak hanya materil, Fisik namun juga harus ada keikhlasan dari
orang yang sekitar sehingga menjadi haji yang mabrur.
![]() |
| Calon Jemaah Haji dri Nagari Sungai Patai yg di Antarkan Yaitu ANAS JAMHUR bersama istrinya EVAYELDA Doc. Delpri Hendri (Feri Payobada) |
Di Nagari Sungai Patai,
sebelmum melaksanakan haji, calon jamaah haji diantar oleh masyarakat .
Mengatarkan calon jamaah haji dari Sungai Patai memiliki makna yang paling
dalam. Mengantarkannya tidak hanya sekedar beriringan sampai dibatas nagari tetapi mengantarkan penuh keikhlasan, saling bermaafkan dan lain sebagainya.
Sebelumnya ada
beberapa tahapan yang tidak baku namun selalu dilaksnakan oleh calon jamaah
haji asal Sungai Patai. Pertama, Pada saat hari tertentu seperti hari Jum’at
atau hari Raya idul fitri di tahun yang sama akan diumumkan bahwa ada
masyarakat Sungai Patai yang naik haji. Baik melalui pengeras suara atau
melalui protocol calon jamaah haji meminta maaf kepada masyarakat Sungai Patai.
Kedua, Pada saat hari
keberangkat sebeum ke Embarkasi, Calon jamah haji mulai dari selesai Shalat Shubuh Calon
jemaah Haji ini akan turun dari Mesjid setelah Shalat sunnah, lansung di sambut
oleh masyarakat untuk bersalaman sambil bermaafan dan Ketiga, Calon Jamah haji
diantarkan bersama-sama dan beriringan ke Batas Nagari dan sampai di batas
Nagari di awali dengan Melafazkan Azan oleh Bilal, Do'a bersama dan Dilepas
oleh Wali Nagari Sungai Patai.
Tradisi ini bukan hanya sekedar melepas jamaah haji tapi mengandung makna
yang dalam. Sehingga tradisi ini selalu lasanakan masyarakat di Sungai Patai. Bagi masyarakat Sungai Patai, ibadah haji bukan malu dengan orang lain karena dianggap sudah mampu atau mengejar gelar ”pak haji”. Atau menjadi bukti status sosial di masyarakat. Tidak karena itu, munanaikan haji hanya dilandasi oleh ketulusan dan keridhoan Allah swt semata sebagai wujud penghambaan kepada-Nya pada akhirnya Ma’antaan sampai bateh ini semata-mata menunjukan keikhlasan ibadah haji baik Calon Jamaaah Haji maupun masyarakat Sungai Patai.(spt/Feri/Man)
Wednesday, June 24, 2015
Sungai Patai Di kunjungi Safari Ramadhan Kecamatan Sungayang
Secara harfiah kata Safari dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti perjalanan atau petualangan jarak jauh
dalam kegiatan ekspedisi, baik penelitian, penyelidikan dan wisata. Dari
pemaknaan tersebut, maka safari yang harus dilakukan adalah menjangkau
tempat-tempat yang terjauh sekalipun. Karenanya, safari Ramadhan dapat
diartikan perjalanan jauh selama bulan Ramadhan.
Produk Undang-undang Sumbar
Pemerintahan sangat berperan penting sebagai
pembangunan negara , dan peraturanpun merupakan wadah pembentuk sikap manusia
ke arah yang lebih maju,baik dan bermartabat. ngsi undang-undang adalah sebagai pedoman hidup warga
negara agar tidak menyimpang dari peraturan. Dan jika ada yg menyimpang ada
sanksi yang diberikan berdasarkan UU.
Maria
Farida Indrati Soeprapto dalam bukunya yang berjudul Ilmu Perundang-Undangan:
Proses dan Teknik Pembentukannya, mengatakan bahwa ketentuan pidana merupakan
ketentuan yang tidak mutlak ada dalam peraturan perundang-undangan, sehingga
perumusan ketentuan pidana tersebut tergantung pada masing-masing peraturan
perundang-undangan. Namun demikian, peraturan perundang-undangan yang dapat
mencantumkan Ketentuan Pidana hanya Undang-Undang dan Peraturan Daerah (hal.
99). Kata “dapat” yang digunakan oleh Maria Farida tersebut mengindikasikan
bahwa undang-undang tidak harus selalu ada ketentuan pidana di dalamnya.
Konstitusi harus ada, dgn tujuan :
1. Membatasi kekuasaan penguasa agar tidak
bertindak sewenang – wenang maksudnya
tanpa membatasi kekuasaan penguasa, konstitusi tidak akan berjalan dengan baik
dan bisa saja kekuasaan penguasa akan merajalela dan bisa merugikan rakyat banyak
2. Melindungi
Ham maksudnya setiap penguasa berhak menghormati HAM orang lain dan hak
memperoleh perlindungan hukum dalam hal melaksanakan haknya.
3. Pedoman
penyelengaraan negara maksudnya tanpa adanya pedoman konstitusi negara kita
tidak akan berdiri dengan kokoh.
S
Silakan Downlaod tentang peraduran perundangan di siniproduk perundangan/peraturan daerah
Subscribe to:
Posts (Atom)
|
|
