Tuesday, February 4, 2020

Tradisi Mananta Buko

Bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. keberkahan bulan Ramadan juga untuk memperkuat silaturahmi baik sanak famili dan handai taulan, ipar dan bisan. dalam memperkuat tali persaudaraan ini ada sebuah tradisi dibangun oleh masyaakat di Sungai patai yaitu antan buko atau Mengantarkan makanan untuk berbuka puasa
Ranji tambo Alam. 

Thursday, November 2, 2017

Goa Ayia Lului, Mutiara Tersembunyi di Nagari Sungai Patai

Tanah Datar –  Satu lagi, situs cagar budaya Goa Ayia Lului tantang para pencita alam untuk menikmati keindahan alamnya yang terletak di ketinggian kurang lebih 1000 meter dari permukaan laut yang terletak di Kabupaten Tanah Datar, tepatnya di Kecamatan Sungayang Nagari Sungai Patai, selain Treknya yang menantang, tempat tersebut sangat cocok bagi para bagi kaula muda dalam menguji nyali dan fisinya.

Goa Ayai Lului ini merupakan salah satu cagar budaya yang letaknya di tengah hutan belantara dan juga berbatasan langsung antara Tanah Datar dengan kabupaten Limapuluh Kota, Gao ini terkenal dengan nilai sejarahnya, pada tahun 1948 Goa ini merupakan tempat persembunyian para tentara PDRI pada masa penjajahan.

Kaur Pembangunan Nagari Sungai Patai, Defrianto (42) mengatakan, Gao yang ditemukan masyarakat sejak beberapa tahun lalu, merupakan tempat persembunyian para pahlawan kita jaman dulu, selain tempatnya yang masih asri, jarak tempuh dari perkampunganpun tidak terlalu jauh, sehingga para wisatawan yang ingin melihat dan menyaksikan keindahan Stalakmit dan Stalaktit dalam Goa dapat dengan mudah melihatnya.

“Kalo jarak tempuh normal biasanya dari perkampungan, memakan waktu kurang lebih 2 jam, setelah itu kita kan menemukan 4 Goa disana, dengan satu Air terjun yang berada di tengah perjalanan menuju ke Mulut Goa,” jelas Defrianto yang juga didampingi Ariswandi (35) selaku Kasi Kesenian dari Dinas Pendidikan dan Kesenian Tanah Datar, saat melakukan exspedisi melihat Goa tersebut, Minggu (29/10).

Tambah Defrianto, area seluas kurang lebih 10 hektar ini, selain letaknya di perbatasan, destinasi wisata yang satu ini masih belum banyak di ketahui orang, sehingga untuk mengangkat tempat ini menjadi sebuah tempat wisata baru, perlu dukungan pemerintah setempat untuk sama-sama bisa melestarikan tempat bersejarah ini, sehingga tempat pariwista di Tanah Datar bertambah dengan hadirnya, Goa Ayia Lului ini.

“Kita berharap kepada pemerintah agar mau memberikan dukungan dalam mengembangkan destinasi wisata Goa Ayia Luluih ini sehingga Nagari Sungai Patai selain terkenal dengan budaya Sileknya, juga terkenal dengan desa Wisatanya, guna  menambah nilai ekonomi bagi masyarakat yang nota benenya sebagai petani, sehingga Nagari ini juga bisa maju seperti Nagarai lainnya yang ada di Luar Tanah Datar,” tutur Defrianto.

Lebih lanjut Defrianto juga mengatakan, selain masyarakat di sekitar, Goa Ayia Luluih juga pernah di kunjungi oleh tim BPBD Tanah Datar guna menyaksikan keindahan alam dan uji fisik aggotanya, selain itu juga para mahasiswa dari IAIN Tanah Datar juga pernah berkunjung kemari dalam rangka mengisi kegiatan Mapala Kampus Islam tersebut. Didengar dari komentar para tamu yang datang di kesini, pada umumnya mereka puas dan senang, sehingga ini bisa menjadi catatan tersendiri bagi kami selaku pengurus Nagari dalam mengembangkan daerah ini.

Semetara itu salah satu Wartawan Senior Harian Singgalang, Musriadi Musanif yang ikut pada tim Exspedisi itu, mengatakan, bagi saya selain menguji fisik, pendaikian menuju Goa ini juga menyehatkan raga, keringat kita keluar, Fikiran kita Fres dan udara yang kita hiruppun bersih, sehingga apabila tempat ini dibangun seperti layaknya tempat wisata di Bukittinggi yang kita kenal dengan Janjang seribu Koto Gadang, wah saya rasa tempat ini juga tidak kalah menarik. Nah bagi para pencinta alam yang suka akan tantangan coba trek ini, dijamin kepuasan akan kita dapatkan, kalau yang tua saja mampu kenapa yang muda tidak bisa, ajak Musriadi sambil menghela nafas di sela-sela istirahat saat melaksanakan pendakian.

Tambahnya, dirinya sangat takjub dengan keindahan Goa Ayia Luluih ini, sehingga dengan usia yang sudah tidak muda lagi ini, dirinya ampu menyelesaikan misi dari mulai Star hingga Finish untuk dapat melihat langsung salah satu keindahan ciptaan tuhan ini.

“Kalau dilihat dari treknya sepertinya saya tidak sanggup untuk menyelesaikan perjalanan ini, mengingat usia yang sudah tidak muda lagi, namu karena semangat yang kuat dan suport dari teman-teman akhirnya Empat Goa dan satu air terjun dapat saya saksikan degan nyata, ini sangat luar biasa dan perlu di lestariakan agar destinasi wisata di Tanah Datar tidak hanya sebatas Istano Basa Pagaruyung saja,” jelas Wartawan Utama itu. (Put)
 Sumber pasbana.com

Wednesday, March 22, 2017

Sungai Patai Mengadakan Batagak Panghulu


Nagari Sungai Patai, Sudah lama tidak menyelenggarakan alek Nagari Bagatak panghulu atau malewakan gala. Sudah hampir 20 tahun lebih bagatak panghulu tidak dilaksanakan di Sungai Patai. Saat ini sudah saatnya nagari Sungai Patai meregenerasi pimpinan adat. Terakhir acara batagak penghulu dilangsungkan pada dekade 1990-an.

Thursday, February 23, 2017

Pesan Dari Bumi Cendrawasih

Selalu pelihara mimpimu karena mimpi itu akan membawamu terbang dan berilah  sayap mimpimu itu dengan doa dan usaha. Kuatkanlah otot-otot mimpimu dengan keyakinan.
Bermimpilah maka mimpi itu akan membawa kemana dirimu akan pergi. Kisah ini dari catatan pribadi anak Sungai patai yang menginjkkan kakinya di bumi Cendrawasih. Tanah yang elok dan surganya Indonesia. Dia pergi ke tanah Papua tahun lalu dengan membawa sejuta harapan . hingga Saat ini dia sudah mampu membantu orang tua, keluarga dan orang-orang sekitarnya.
Kisah ini dimulai 7 tahun lalu. Dia seorang pemudah tangguh ditengah kerasnya hidup. Seorang pemuda tamat SMA asal sungai patai yang berani bermimpi.  Waktu itu, saat teman-teman sebaya sudah kuliah, ia hanya jadi penggangguran dan berharap dari hasil tani. Di dalam hatinya ingin seperti teman-temannya, Ingin melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.  Dia pengen kuliah tetapi kendala klasik selalu saja mengintai siapapun termasuk dirinya. Ya... terkendala biaya.
Dari atas bukit, Hujan menguyur nagari Sungai Patai. Hujan seakan-akan mencerahkan dirinya, mengalirkan air harapan ditubuhnya. Saat dia sedang mengambil ajir/ tonggak untuk memapah tanamannya. Dia temenung, dalam hati dia berkata “teman-temanku sedang asik belajar di bangku kuliahan. Sedangkan aku, hanya seorang petani, jika aku tidak kuliah,mungkin selamanya aku akan menjadi petani, (memang pendidikan tidak menjamin sukses seseorang tetapi pendidikan adalah cara terbaik menggapai kesuksesan)” kalimat ini selalu mengiang-ngiang dalam pikirannya.
Tekadnya sudah bulat. Dia harus kuliah karena pendidikan adalah salah satu cara untuk mencapai kesuksesan. Dia memutuskan untuk kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Batusangkar. Kampus yang dia tuju ini tidak jauh dari kampungnya. Dia berfikir, ditempat inilah dia memulai mimpinya. Alasannya sederhana, dia bisa kuliah tanpa meninggalkan aktivitas dan rutinitasnya sehari-hari bertani.  Karena baginya hasil bertani inilah menopang untuk melanjutkan kuliah.
Waktu terus berjalan, hingga sampailah ia pada semester 6. Pengetahuannya terus bertambah, cakrawalanya terus melebar.  Sehingga mempengaruhi plo pikirnya tentang pendidikan. Dia berfikir untuk melanjutkan ke strata 2 (S2). Ini bukan tentang keserakahan, ini tentang Ilmu, toh Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan untuk menuntut ilmu dari buaian sampai liang lahat. Hadist nabi Muhammad SAW ini juga memotvasinya untuk mengapai pendidikan lebih tinggi.
Saat kuliah pun kehidupannya tidak berjalan mulus-muls saja. Ada-ada saja kendala yang dia hadapi. Dia masih ingat ketika akan pergi berangkat kuliah, dia hanya membawa uang Rp.1000 ke kampusnya. Hanya cukup membeli bakwan atau makan kecil dikampus. Namun dia tetap saja pergi kuliah karena baginya uang sedikit tidak menghalanginya untuk bermimpi
Di kampungnya pilihan hidup untuk sukses tidaklah banyak. Cara terbaiknya adalah merantau. Karena di kampung pendapatan utama hanya dari hasil bertani. Tidak lebih dari itu. Dia ingin sukses bahkan dia ingin melanjutkan pendidikan ke Strata 2. Alasanya sederhana, dia ingin sukses yang berbeda dengan orang kebanyakan.  Akhirnya dia mengumpulkan uang hasil pertaniannya. Tujuannya cuma satu agar dapat masuk S2.
Namun , Ia sedikit lengah, karena kesibukan bertaninya hampir saja melupakan tujuan dan arah yang sudah dia bangun sejak remaja dulu. Orang-orang heran melihat dia tetap saja berkerja membuat bedengan ladang mentimun di sawah padahal sedang ujian semeter. Pada saat itu dia telat mengikuti ujian. Orang-orang sekitarnya tahu bahwa dia ingin melanjutkan pendidikan lebih tinggi. Sehingga orang-orang  pun bilang, “kamu masih ingin kuliah atau tidak, kalau kamu kuliah kenapa kamu tidak seperti yang lain, yang menghabiskan waktunya di kampus” Kalimat itu menyadarkan dirinya. Dalam hati pemuda itu bilang saya ini kuliah dan harus tamat. Kata-kata itu seperti sebuah cambukan baginya. Memang sedikit diluar perkiraannya. Ia menyelesaikan pendidikannya 5 tahun. Mimpi tentang Pendidikan lebih tinggi pun pudar karena telat menyelesaikan S1.
Pada saat itu, dia tidak lagi berfikir bagaimana melanjutkan S2. Tetapi ia berfikir bagaimana saya bisa kerja. Dia memutuskan utuk mencari pekerjaan. Akhirnya ia mendaftar pada salah 1 perusahaan minyak. Sayang sekali ternyata itu tipuan. Dia masih ingat beberapa kali gagal. Dia gagal 2 kali mendaftar di PLN. Namun, kegagalan demi kegagalan tidak menyurutkan niatnya,  ia mencoba lagi mendaftar pada sebuah perusahaan jasa konsultan keuangan. Berkat doa dan usaha akhirnya diterima.
Awalnya ada keraguan  dalam diriku. “bagaimana kalau saya di tipu lagi” tetapi ia ingat dengan mimpinya 7 tahun lalu.  Dengan modal nekat dan membawa bekal seadanya ia berangkat ke Papua sendiri, dengan memegang 1 prinsip " mencoba memang tak mengapa, tetapi mengapa aku tak mencoba",
Jika teman-teman bertanya apakah kamu malu dengan keadaan demikian. Jujur saya jawab malu pada waktu itu bahkan kuku tangan dan kaki saya hitam. Tidak terlihat seperti orang kuliah kebanyakan yang rapi. Tetapi hari ini, pengalaman itulah yang  membuat aku bangga. Jika pertanyaan itu diajukan pada hari ini, aku bangga dengan latar belakangku. Kalau tidak karena kuku hitam, tangan hitam karena sengatan matahari, kalau tidak karena bertani aku tidak akan menjadi seorang seperti ini. Jauh jarak dengan kampung halaman tidak lah sejauh mimpi yang ingin akau gapai. Perjalanan panjang nan berliku, tanjakan dan turun dalam perjalan hidup ini menjadi ingatan  dan membuat aku selalu melihat kebawah.

“untuk adek-adek di kampungku, beranilah bermimpi, awalnya sebuah cemoohan, tetapi akhirnya akan jadi sebuah pujian”

Friday, April 22, 2016

Kepala Sekolah Termuda Di Sumatera Barat


Dulu generasi muda yang mendesak Soekarno-Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dan di usia muda juga Muhammad Al Fatih menaklukkan kota Konstantinopel.

Wednesday, March 30, 2016

IKSP Jabodetabek Kedatangan Guru

Ikatan kekeluargaan sering kita dengar di tanah perantauan. Saat ini hampir setiap daerah mempunyai ikatan kekeluargaannya di rantau. Begitu juga dengan nagari Sungai Patai. IKSP asal singkatan dari ikatan kekeluargaan Sungai Patai. Ikatan kekeluargaan merupakan bentuk dari persaudaraan senasib di rantau.

Tuesday, March 15, 2016

Mengikonkan Pohon Asam Jawa

Jika ditanyakan kepada masyarakat Sungai Patai siapa yang tidak kenal dengan asam jawa. Pohon yang menjulang tinggi di ujung utara nagari Sungai Patai sudah menjadi ikon. Terlalu banyak rasanya kenangan bersama dengan tumbuhnya Pohon asam jawa ini. Mungkin juga ini disebabkan letaknya yang strategis ditengah perkampungan.

Saturday, January 23, 2016

Robi Arlan Mengejar Harapan Di Tanah Papua

Tanah Papua tanah yang kaya, surga kecil jatuh ke bumi, Seluas tanah sebanyak madu adalah harta harapan dalam lirik lagu Edo Kondologit. Tanah harapan sekiranya itu sudah biasa melekat pada diri Robi Arlan. Pria yang mengantungkan harapaannya di tanah Papua. Berangkat pada awal bulan Januari 2016 Robi yang kerap di panggil Atun ini telah menginjakan kakinya di tanah harapan itu. Sekiranya ini sebuah langkah awal dan dan menginsprasi untuk generasi muda Sungai Patai bahwa jangan lelah mengejar cita-cita dan harapan.

Wednesday, December 2, 2015

Karomah Syekh Lokuah Sikunci

ak banyak generasi muda sekarang yang tau tentang kisah ini,Penulis sendiri mengetahui kisah ini dari guru ngaji penulis di Sungai Patai dan kemudian Penulis bertanya kembali tentang kisah ini kepada sang Kakek,kepada penulis sang kakek menuturkan bahwa kisah ini memang benar adanya tetapi tanggal,bulan dan tahun tidak diketahui.
Sebelum membaca kisah ini sebaiknya kita ketahui dulu apa yang dimaksud dengan Karomah atau Keramat.
Karomah/Keramat berasal dari bahasa arab كرم yang berarti kemuliaan, keluhuran, dan anugerah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengistilahkan karomah dengan keramat diartikan suci dan dapat mengadakan sesuatu diluar kemampuan manusia biasa karena ketaqwaanya kepada Allah SWT.
Menurut para ulama sufi, karamah berarti keadaan luar biasa yang diberikan Allah SWT kepada para wali-Nya. Wali ialah orang yang beriman, bertakwa, dan beramal shaleh kepada Allah SWT.
Allah SWT berfirman dalam Q.S. Yunus: 62-64,
أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْيَحْزَنُونَ۞ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ۞ لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ……
“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat….”
Ulama’ sufi meyakini bahwa para Wali mempunyai keistimewaan, misalnya kemampuan melihat hal-hal ghaib yang tidak dimiliki oleh manusia umumnya. Allah SWT dapat memberi karamah kepada orang beriman, takwa, dan beramal shaleh menurut kehendaknya.
Pada tanggal,bulan dan tahun yang tidak diketahui Wafatlah seorang Ulama di Lokuak Sikunci Sungai Patai,tidak ada lagi generasi sekarang yang mengetahui nama Ulama tersebut.
Sesuai dengan hukum fiqih dalam Islam jika seseorang meninggal dunia maka kewajiban atau fardhu kifayah bagi orang yang yang masih hidup ialah Memandikan,Mengapani,Menyolatkan lalu Menguburkan, setelah melaksanakan fardhu kifayah yang pertama sampai ketiga para pelaksana fardhu kifayah tentu saja berkeinginan melakukan fardhu kifayah yang keempat yaitu menguburkan,liang lahat pun sudah selesai digali.
Ketika para pelaksana fardhu kifayah bermaksud menurunkan jenazah ke dalam liang lahat,tiba-tiba jenazah ghaib atau hilang dari pandangan mata zahir,para pelayat kaget dan mencari dimana jenazah tersebut berada,namun tiba-tiba terdengarlah suara tahlil dari suatu tempat kemudian para pelaksana fardhu kifayah menelusuri dari mana suara tahlil tersebut berasal,setelah sampai ditempat dimana suara tahlil itu berasal,para pelaksana fardhu kifayah melihat gundukan tanah merah pemakaman yang kelihatannya baru saja dilaksanakan pemakaman jenazah namun para pelaksana fardhu kifayah tidak melihat siapapun disana cuma suara tahlil saja yang kedengaran.Entah siapa yang telah memakamkan jenazah,entah siapa yang menggali liang lahat,Wallahu`alam bissawab.
Setelah peristiwa ini makam beliau ramai dikunjungi para peziarah,bahkan perhelatan akbar pun sering digelar di sini yang dinamakan dengan bakawua,atau melakukan kenduri besar-besaran dengan menyemblih kambing, Perhelatan ini di Sungai Patai dikenal dengan sebutan " Bakawuagh di Lokuak Sukunci".
lokasi pemakaman Syekh lokuah sikunci kini masih misterius tapi ado beberapo dugaan dan jejak yang bisa di temui. tidak jauh dari medan nan bapaneh ateh lago arah jam satu. di situ di temui tumpukan batu secara fisik batu tersebut di sama dengan batu yang ada di sekitar lokasi menandakan batu tersebut bisa jadi di angkut dari kali atau tempat lai dari lokasi berbeda. lokasi tersebut juga berada dekat pohon besar di tepi ngarai. untuk saat ini baa kitonkembali mengali ilmu yang pernah syehk lokuah sikunci ajarkan. ingatan kolektif masyarakat yang terus di jaga secara turun temurun menjadi kunci. secara pribadi kuat dugaan saya bahwa syekh lokuak sikunci adalah ulama pertama di sungai patai.

Sungai Patai Perlu Pustaka

Sungai patai perlu pustaka itulah sekelumit pendapat dari admin bagaimana agar nagari sungai patai maju berbasis ilmu pengetahuan. keberadaan pustaka di sungai patai sudah menjadi sebuah keharusan agar masyarakat sungai patai mampu meningkatkan sumber daya manusianya.
A.    Latar Belakang
Pada zaman global sekarang, pendidikan merupakan sesuatu yang penting. Karena pendidikan merupakan akar dari peradaban sebuah bangsa. Pendidikan sekarang telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang agar bisa menjawab tantangan kehidupan.Untuk memperoleh pendidikan, banyak cara yang dapat kita capai. Diantaranya melalui perpustakaan. Karena di perpustakaan berbagai sumber informasi bisa kita peroleh, selain itu banyak juga manfaat lain yang dapat kita peroleh melalui perpustakaan. Ketika kita mendengar kata perpustakaan, dalam benak kita langsung terbayang sederetan buku-buku yang tersusun rapi di dalam rak sebuah ruangan. Pendapat ini kelihatannya benar, tetapi kalau kita mau memperhatikan lebih lanjut, hal itu belumlah lengkap. Karena setumpuk buku yang diatur di rak sebuah toko buku tidak dapat disebut sebagai sebuah perpustakaan. Memang pengertian perpustakaan terkadang rancu dengan dengan istilah – istilah pustaka, pustakawan, kepustakawanan, dan ilmu perpustakaan. Secara harfiah, perpustakaan sendiri masih dipahami sebagai sebuah bangunan fisik tempat menyimpan buku – buku atau bahan pustaka.
Perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan. Banyak kalangan terfokus untuk memandang perpustakaan sebagai sistem, tidak lagi menggunakan pendekatan fisik. Sebagai sebuah sistem perpustakaan terdiri dari beberapa unit kerja atau bagian yang terintergrasikan melalui sistem yang dipakai untuk pengolahan, penyusunan dan pelayanan koleksi yang mendukung berjalannya fungsi – fungsi perpustakaan.
Sebagai saraana pendidikan keberadaan pustaka di setiap nagari dirasakan sudah penting, mengingat beragamnya infromasi yang tersebar di dunia maya yang harus difilter. Pengadaan pustaka menjadi salah satu caranya agar masyarakat terutama generasi muda tidak saja mereima infrmasi yang keabsahannya belum teruji sebagaimana buku. Pustaka dapat menjamin Informasi elektronik tentang informasi manajemen hak pencipta tidak boleh ditiadakan atau diubah” berdasarkan pasal tersebut, maka perpustakaan dalam mendigitalkan koleksi tetapi tetap mencantumkan identitas penulis aslinya,
selain itu, pergaulan bebas generasi muda dapat ditekan dengan gerakan kembali menbaca buku-buku sehingga mereka kaya akan informasi. Pendidikan infromasi ini menjadi penting untuk menekan pola prilaku generasi muda seperti pergaulan bebas, narkoba, miras dan prilaku buruk lainnya.
Pengadaan pustaka ini nantinya dapat berkontibusi meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama generasi muda yang menjadi penerus bangsa. Perpustakaan sebagai media edukasi (pendidikan), perpustakaan menyediakan pembelajaran seumur hidup. Perpustakaan sebagai media informatif, informasi yang dibutuhkan pengguna dapat dicari diperpustakaan. Perpustakaan sebagai media penelitian, sumber-sumber informasi yang ada di perpustakaan dapat menjadikan bahan rujukan untuk melakukan penelitian seperti pembuatan makalah,skripsi, dan penelitian yang lain. Perpustakaan sebagai media cultural, perpustakaan menyimpan khasanah budaya bangsa serta meningkatkan nilai dan apresiasi budaya dari masyarakat sekitar. Perpustakaan sebagai media rekreasi, sebagai tempat yang dapat memberikan hiburan pada para pengguna, di era digital ini perpustakaan dapat dijadikan tempat hiburan bagi para pengguna di akhir pekan.
B.     Tujuan
1.      Terciptanya nagari yang berbasis pengetahuan dalam memyongsong Indonesia Dream tahun 2025
2.      Menyiapkan masyarakat yang kaya informasi
3.      Terciptanya generasi muda yang aktif dan kaya informasi
C.    Program
1.      Pengadaan buku-buku berbasis pengetahuan umum, jurnal, majalah dan koran
2.      Pemutaran film-film berbasi edukasi
3.      Diskusi umum dan bedah buku
4.      Pergelaran seni dan kebudayaan (Silat Sungai Patai)
D.    Langkah Kerja
1.      Pengadaan lokasi dan menerima sumbangan buku dari masyarakat
2.      Melakukan diskusi ilmiah sebagai untuk menarik minat masyarakat
3.      Melakukan pemutaran film
E.     Kesimpulan

Besar harapan kami untuk mewujudkan pustaka nagari Sungai patai dan dukungan masyarakat. Sipa terima kritikan dan saran

Sunday, October 18, 2015

Gua Sungai Patai

Sungai Patai Info, Tulisan ini admin ambil dari catatan perjalanan Mapala Pagaruyung tahun 2013 tentang pemetaan Guo sungai Patai. Kawasan Goa Tebing terletak di Nagari  Sungai Patai Kecamatan Sungayang Kabupaten Tanah Datar. Kawasan Goa Tebing dengan luas sekitar 20 ha merupakan daerah perbukitan dan persawahan. Dalam kegiatan Ekspedisi Mapala PAGARUYUNG STAIN Batusangkar 2013, bahwa di Kawasan Goa Tabing terdapat beberapa goa vertical yang kedalamannya lebih dari 13 meter. Pintu utama Goa terdapat di tengah tebing ,dengan ketinggian lebih dari 3 meter dari permukaan tanah. goa yang sudah di petakan (Mapping) oleh Mapala PAGARUYUNG STAIN Batusangkar baru 1 lubang vertical dengan kedalaman 14 meter dan panjang Horizontal mencapai 20 meter lebih dengan ujung goa buntu.Walaupun laporan itu masih simpang siur dengan informasi dari masyarakat karena menurut masyarakat setempat ,ujung Goa tesebut tembus dengan pintu keluar vertical .
Untuk menuju Goa Tebing dari Batusangkar membutuhkan waktu 1/2 jam dengan menggunakan motor ke arah Sungayang, belok ke kiri di simpang Bank BRI  Sungayang dan melanjutkan ke arah simpang Tali Agung.Dari simpang Tali Agung belok kanan ke Arah Sungai Patai. Trek yang di lalui cukup lancar dengan hamparan sawah yang membentang di pinggir jalan. Memasuki kawasan Goa Tebing dengan di tandai bebatuan dan mulai terciumnya bau kotoran kelelawar (Tadarida pucata) yang menjadi khas kompleks Goa Tebing, biasanya para caver langsung menuju lokasi camping ground yang berada di sebelah kiri pintu Goa dengan pintu utama Goa Tebing yang panjangnya lebih dari 20 meter. Di  lokasi camping ground cukup luas dan juga terdapat sumber air yang cukup  Selain itu juga terdapat pondok para penjaga sawah.
Kawasan karst Goa Tebing memang masih sangat alami karena sangat jarang di kunjungi, daerah yang memang kurang dilalui wisatawan karena daerahnya yang berbukit-bukit , hanya Caver dan penduduk desa setempat yang sering ke goa ini.Nama Goa Tebing ini sendiri kami ambil dari letak pintu Goa yang berada di tengah tebing. Sebelumnya Goa ini bernama Guo

TALEMPONG BATU DI GUA PUPUIK TANGKOLIANG SUNGAI PATAI
DITEMUKAN NADA YANG MENYERUPAI ALAT MUSIK KHAS MINANGKABAU (TALEMPONG) DI GUA YANG BERNAMA GUA PUPUIK TANGKOLIANG,YANG BERTEMPAT DI SUNGAI PATAI,KEC:SUNGAYANG,KAB:TANAH DATAR,PROV:SUMATRA BARAT,,AYO SEGERA KUNJUNGI TEMPAT INI
Posted by Yelfi Cendra on 30 April 2012
Ornament yang terdapat di dalam goa masih cukup alami dan masih bisa tumbuh walaupun butuh ribuan tahun. Sepanjang lorong goa, stalaktit, stalakmit, gourdam, helaktiti dan pilar masih bias dinikmati dan sangat memanjakan mata.

Beberapa jenis flora dan fauna yang mendominasi  goa Tebing seperti Kelapa (Cocous nucifera), Pisang (Musa paradisiacal), Mangga (Mangifera indica), Kelelawar (Tadarida pucata), Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Monyet merah atau biasa yang disebut warga dengan nama simpai dll.
Penerapan wisata goa harus terus berdampingan dengan kelestarian lingkungan, biarlah kawasan Goa Tebing tetap alami dengan keindahan ornament goanya dan ini Perlu perlindungan hukum supaya kawasan ini tetap terjaga keasriannya. Biarlah para caver yang bisa menikmatinya dari pada terlalu banyak pengunjung yang akhirnya berdampak pada kerusakan struktur goa, kalaupun orang awan ingin menikmati keindahan goa Tebing harus mempunyai jiwa konservatif agar kawasan goa tebing tetap terjaga ke asliannya. Lihat disini sumbernya

Selain itu, keberadaan guo ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dengan memanfaatkan kotoran kelalawar sebagai pupuk tanaman terutama tanaman cabai karena sebagain besar mata pencarian masyarakat adalah petani.
Pengunjung goa ini terdapat periode tertentu sehingga jika pada musimnya, kebanyakan adalah pemuda/pemudi hanya untuk mengisi waktu libur.  Potensi bahaya yang cukup mengancam pengunjung adalah lebah, karena disepanjang tebing goa ini bersarang. Lebah yang bersarang dapat mencapai lebih dari 5 koloni. 

Friday, October 16, 2015

Sementara PJ Wali Nagari Sungai Patai Seknag

Sungai Patai News, Sementara ini PJ Wali Nagari Sungai Patai adalah Sekretaris nagari begitulah untuk memulai kabar baru ini. Mengutip kiriman berita media sosial seperti facebook atau whatspp ngari Sungai Patai saat ini Nagari Sungai patai telah meiliki wali Nagari. Setidaknya Nagari Sungai patai sama dengan 754 nagari dan 126 desa yang ada di Sumbar yang kepala pemerintahan nagarinya digantikan oleh pejabat sementara.

Tuesday, September 1, 2015

Tradisi Mengantar Jemaah Haji

Sungai Patai- Tidak lama lagi umat Islam akan melaksanakan hari Raya Idul Adha, hari raya Kurban bagi yang belum sanggup melaksanakan ibadah haji, dan disebut juga dengan hari raya Haji. Ibadah Haji merupakan rukun Islam yang kelima. Pelaksanaannya untuk orang yang beragama islam yang mampu. Walaupun demikian setiap orang bercita-cita untuk bisa menginjakkan kakinya di tanah yang diberkati Allah SWT.
Pelaksanaan ibadah haji adalah puncak dari perjalanan spiritual seorang muslim sehingga persiapannya tidak hanya materil, Fisik namun juga harus ada keikhlasan dari orang yang sekitar sehingga menjadi haji yang mabrur.
Calon Jemaah Haji dri Nagari Sungai Patai yg di Antarkan Yaitu ANAS JAMHUR bersama istrinya EVAYELDA Doc. Delpri Hendri (Feri Payobada)
Tradisi mengantarkan calon jamaah haji sudah ada sejak dahulu dan turun temurun. Dalam istilah masyarakat Sungai Patai adalah Ma’antaan sampai bateh. Ma’antaan sampai bateh yaitu mengantarkan calon jamaah haji sampai dibatas nagari.
Di Nagari Sungai Patai, sebelmum melaksanakan haji, calon jamaah haji diantar oleh masyarakat . Mengatarkan calon jamaah haji dari Sungai Patai memiliki makna yang paling dalam. Mengantarkannya tidak hanya sekedar beriringan sampai dibatas nagari tetapi mengantarkan penuh keikhlasan, saling bermaafkan dan lain sebagainya. 
Sebelumnya ada beberapa tahapan yang tidak baku namun selalu dilaksnakan oleh calon jamaah haji asal Sungai Patai. Pertama, Pada saat hari tertentu seperti hari Jum’at atau hari Raya idul fitri di tahun yang sama akan diumumkan bahwa ada masyarakat Sungai Patai yang naik haji. Baik melalui pengeras suara atau melalui protocol calon jamaah haji meminta maaf kepada masyarakat Sungai Patai.
Kedua, Pada saat hari keberangkat sebeum ke Embarkasi, Calon jamah haji mulai dari selesai Shalat Shubuh Calon jemaah Haji ini akan turun dari Mesjid setelah Shalat sunnah, lansung di sambut oleh masyarakat untuk bersalaman sambil bermaafan dan Ketiga, Calon Jamah haji diantarkan bersama-sama dan beriringan ke Batas Nagari dan sampai di batas Nagari di awali dengan Melafazkan Azan oleh Bilal, Do'a bersama dan Dilepas oleh Wali Nagari Sungai Patai.
Tradisi ini bukan hanya sekedar melepas jamaah haji tapi mengandung makna yang dalam. Sehingga tradisi ini selalu lasanakan masyarakat di Sungai Patai. Bagi masyarakat Sungai Patai, ibadah haji bukan  malu dengan orang lain karena dianggap sudah mampu atau mengejar gelar ”pak haji”. Atau menjadi bukti status sosial di masyarakat. Tidak karena itu, munanaikan haji hanya dilandasi oleh ketulusan dan keridhoan Allah swt semata sebagai wujud penghambaan kepada-Nya pada akhirnya Ma’antaan sampai bateh ini semata-mata menunjukan keikhlasan ibadah haji baik Calon Jamaaah Haji maupun masyarakat Sungai Patai.(spt/Feri/Man)

Wednesday, June 24, 2015

Sungai Patai Di kunjungi Safari Ramadhan Kecamatan Sungayang

Secara harfiah kata Safari dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti perjalanan atau petualangan jarak jauh dalam kegiatan ekspedisi, baik penelitian, penyelidikan dan wisata. Dari pemaknaan tersebut, maka safari yang harus dilakukan adalah menjangkau tempat-tempat yang terjauh sekalipun. Karenanya, safari Ramadhan dapat diartikan perjalanan jauh selama bulan Ramadhan.

Produk Undang-undang Sumbar

Pemerintahan sangat berperan penting sebagai pembangunan negara , dan peraturanpun merupakan wadah pembentuk sikap manusia ke arah yang lebih maju,baik dan bermartabat. ngsi undang-undang adalah sebagai pedoman hidup warga negara agar tidak menyimpang dari peraturan. Dan jika ada yg menyimpang ada sanksi yang diberikan berdasarkan UU.
Maria Farida Indrati Soeprapto dalam bukunya yang berjudul Ilmu Perundang-Undangan: Proses dan Teknik Pembentukannya, mengatakan bahwa ketentuan pidana merupakan ketentuan yang tidak mutlak ada dalam peraturan perundang-undangan, sehingga perumusan ketentuan pidana tersebut tergantung pada masing-masing peraturan perundang-undangan. Namun demikian, peraturan perundang-undangan yang dapat mencantumkan Ketentuan Pidana hanya Undang-Undang dan Peraturan Daerah (hal. 99). Kata “dapat” yang digunakan oleh Maria Farida tersebut mengindikasikan bahwa undang-undang tidak harus selalu ada ketentuan pidana di dalamnya.
Konstitusi harus ada, dgn tujuan :
1.        Membatasi kekuasaan penguasa agar tidak bertindak sewenang – wenang maksudnya tanpa membatasi kekuasaan penguasa, konstitusi tidak akan berjalan dengan baik dan bisa saja kekuasaan penguasa akan merajalela dan bisa merugikan rakyat banyak
2.       Melindungi Ham maksudnya setiap penguasa berhak menghormati HAM orang lain dan hak memperoleh perlindungan hukum dalam hal melaksanakan haknya.

3.       Pedoman penyelengaraan negara maksudnya tanpa adanya pedoman konstitusi negara kita tidak akan berdiri dengan kokoh.
S
Silakan Downlaod tentang peraduran perundangan di sini
produk perundangan/peraturan daerah